Itinerary Korea Selatan: Backpackeran Sendiri Tanpa Ikut Tur

Punya rencana liburan ke Korea Selatan dalam waktu dekat? Pas banget mampir ke blog saya. Saya mau sharing pengalaman solo traveling dan juga itinerary liburan ke Korea Selatan tanpa ikutan tur.

Rute saya start dari Kota Busan kemudian lanjut ke beberapa kota lain sebelum akhirnya finish di Kota Seoul. Totalnya menghabiskan waktu sebulan.

Hah! Sebulan? Mana ada waktu selama itu?”

Jangen kaget dulu. Saya memang orangnya kalau sekali traveling suka lama. Saya stay cukup lama di Daegu karena kebetulan ada teman, jadinya bisa nebeng biar murah.

Kalau teman-teman punya waktu yang terbatas bisa ikuti rekomendasi itinerary Korea Selatan saya, tapi dipersingkat saja, tidak perlu lama-lama di satu kota.

Berapa biaya yang saya keluarkan? Selama sebulan saya cuma ngeluarin biaya sekitar Rp 5jt saja, karena saya cuma booking hostel di Seoul saja.

Di kota lain saya menggunakan couchsurfing, jadi tidak mengeluarkan biaya penginapan sama sekali. Untuk tiket pesawat, saya dapat tiket promo dari KL – Busan terus Seoul – KL menggunakan AirAsia, totalnya cm Rp 2.5jt.

Apa itu couchsurfing? Gimana cara dapat tiket promo? Bisa dibaca di artikel saya sebelumnya tentang tips menghemat biaya saat traveling

Beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum traveling ke Korea Selatan

Selain mengurus visa ke Korea Selatan, ada baiknya jika kamu mengetahui beberapa tips atau hal penting berikut ini sebelum merencanakan itinerary liburan ke Korea Selatan:

Menentukan waktu untuk berkunjung ke Korea Selatan

Kita mulai dari hal yang paling simple dulu. Korea Selatan adalah negara dengan 4 musim yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.

Musim semi adalah waktu terbaik untuk melihat cherry blossom atau bunga bermekaran, biasanya dari akhir bulan Maret sampai awal bulan Mei.

Musim panas biasanya ramai apalagi di Kota Busan. Cuacanya panas dan lembab. Bulan Juni – September biasanya sering hujan.

Musim gugur di Korea Selatan

Musim gugur adalah musim favorit saya, dari pertengahan September sampai awal November. Saya datangnya pas di musim gugur.

Pohon-pohon berubah warna jadi kuning kemerahan, mataharinya tidak terlalu terik dan udaranya sejuk.

Musim dingin biasanya datang di pertengahan November sampai Maret. Suhunya bisa dingin banget di beberapa area tertentu.

Persiapkan jaket hangat kalau mau berkunjung di musim dingin. Rumah dan apartemen dilengkapi dengan pemanas lantai, jadi tidak perlu takut kedinginan.

Makanan di Korea Selatan

Kalau soal makanan, siapa sih yang tidak tau kimchi? Yep, kimchi terbuat dari kubis yang telah difermentasikan. Di Korea Selatan memang banyak hidangan kecil sebagai pelengkap.

Banyak jajajanan yang tersebar di tepi jalan atau pusat perbelanjaan. Karena saya datangnya pas lagi dingin, jadi banyak yang menjual odeng (semacam bakso ikan dengan kuah), gorengan seperti udang atau gurita, gimbap (gulungan nasi berisi sayur, mirip seperti sushi), dan tteokboki (kue beras dengan saus pedas).

Menurut saya makanan Korea cukup mahal ya. Untuk jajanan aja harganya sekitar 2,000-3,000 won. Satu piring makanan biasa gitu harganya bisa 5,000 – 8,000 won.

Kalau mau coba Korean BBQ atau hidangan set tradisional Korea, harganya bisa 30,000 – 50,000 won untuk 2-4 orang.

Untuk makan memang mahal, tapi minuman alkohol sangat murah. Favorit saya adalah makkgeolli yang terbuat dari rice wine.

Soju, minuman paling terkenal di Korea rasanya mirip sama vodka, juga tidak terlalu mahal. Bir disana disebut dengan nama mekju, biasanya dipadu dengan fried chicken.

Baca juga: Itinerary liburan ke Kuala Lumpur 3 hari 2 malam

itinerary korea selatan
Street food Korea

Transportasi umum

Naik transportasi umum di Korea cukup gampang. Di kota-kota besar ada subway. Biasanya harga tiket subway sekitar 1,200 – 1,500 won sekali jalan. Di Busan bisa beli tiket one day pass seharga 4,500 won.

Kalau mau ke kota lain, bisa naik intercity bus tinggal datang ke terminal busnya aja. Biasanya tiap kota punya lebih dari satu terminal bus.

Dongbu (terminal bus sebelah timur), atau Seobu (terminal bus sebelah barat). Naik dari terminal mana aja bisa kok.

Kalau perjalanan 1-2 jam, harga bus sekitar 5,000 – 7,000 won. Perjalanan 3 jam, contohnya dari Seoul ke Sokco harganya sekitar 10,000 won.

Lebih dari 3 jam 20,000 won. Kalau punya budget lebih bisa naik kereta cepat yang disebut dengan KTX.

Biar hemat naik KTX nya bisa beli Korea Rail Pass. Ada yang 3/5 hari berturut-turut atau 2/4 hari yang fleksible. Untuk jarak jauh, contohnya kalau mau ke Seoul atau Busan mending beli pass ini. Harganya bisa di cek disini.

Semua perjalanan saya dari satu kota ke kota lain menggunakan bus, karena harganya lebih murah dan saya memang tidak buru-buru juga.

Kalau berencana tinggal cukup lama, bisa beli T-Money, sejenis kartu yang bisa digunakan hampir di semua transportasi umum.

Penginapan di Korea Selatan

Harga kamar di hotel bintang 2 bisa kena Rp 700,000 semalam. Kalau mau lebih murah bisa tinggal di hostel. Harga bed di dorm biasanya Rp 150,000 – 250,000 per malam. Biasanya saya pesen penginapan lewat booking.com.

Kalau traveling solo saya sarankan sih tinggal di dorm aja, bisa ketemu teman baru juga.Bisa coba cari penginapan di airbnb juga kalau datangnya bersama teman-teman, biasanya lebih murah dari hotel.

Baca juga: Situs dan aplikasi untuk booking hotel murah, cek disini!

Koneksi internet dan shopping

Tidak perlu khawatir dengan koneksi internet karena wi-fi gratis bisa diakeses hampir di setiap sudut kota. Kalau mau beli sim card harganya sekitar Rp 200,000. Saya sebulan di Korea Selatan tidak beli sim card bisa survive kok, haha.

Orang Korea sangat stylish dan fashionable. Pas baru sampai saya langsung tidak percaya diri, karena bahkan yang agak tua aja pakaiannya lumayan.

Belanja baju di Korea cukup murah, bahkan kadang lebih murah dari makanan.

Saya tidak bawa banyak baju hangat, jadi pas baru sampai di Busan beli beberapa baju. Baju lengan panjang dijual dengan harga 2,000-5,000 won. Jaket yang saya beli harganya 25,000 won.

Pengen beli sepatu boots juga, 15,000 – 30,000 won lumayan bagus, tapi tidak jadi karena saya lebih nyaman pake sepatu sport saja untuk jalan-jalan.

Informasi lainnya tentang Korea Selatan

  • Pada umumnya orang Korea baik dan mau membantu. Pas saya tidak tahu jalan dan bertanya pada sepasang suami istri, mereka dengan baik hati mengantar saya ke tujuan dengan mobil.
  • Anak muda biasanya lebih bisa berkomunikasi dengan Bahasa Inggris dibandingkan dengan orang tua. Walaupun kadang mereka tidak bisa menjawab, mereka masih mencoba bantu dengan bahasa tubuh.
  • Selama di Korea saya juga beberapa kali ditraktir sama orang yang saya temui pas hiking, atau jalan-jalan. Mungkin karena saya juga senang ngobrol sama mereka, jadi mereka juga penasaran dengan orang asing sehingga ngajakin makan bareng.
  • Orang Korea senang hiking. Di kota biasanya ada jalur hiking dengan petunjuk arah yang jelas. Banyakan yang hiking orang tua. Katanya karena kalau sudah tua tidak banyak kerjaan jadinya pergi hiking saja biar sehat. Anak muda di Korea sibuk kerja.
  • Yang terakhir, jangan terlalu berharap bisa ketemu idol atau k-pop star. Pas saya nanya ke teman-teman saya yang asli orang Korea saja, mereka jarang melihat idol di kota. Mungkin kalau kamu nungguin di sekitar agency mereka bisa ada kesempatan ngelihat kali ya.

Baca juga: Itinerary Backpackeran ke Vietnam Selama 2 Minggu

Itinerary liburan Korea Selatan selama 2 minggu

Kalau mau ikut rute asli saya, yang seharusnya sebulan bisa dipersingkat jadi 2 minggu saja. Nah, ke kota mana saja? Berikut rekomendasi itinerary liburan Korea Selatan saya kalau punya waktu 2 minggu.

Saya menggunakan mode transportasi bus untuk pindah dari satu kota ke kota lain. Biar cepat bisa juga naik kereta cepat atau KTX, tapi harga tiketnya biasa lebih mahal.

Busan (2 hari)

Tujuan pertama saya adalah Busan, kota terbesar kedua di Korea Selatan. Busan terkenal dengan wisata pantainya karena dekat dengan laut.

Dari Busan juga bisa nyebrang ke Pulau Jeju, sayangnya saya tidak masukin Pulau Jeju dalam itinerary Korea Selatan saya. Selama di Busan saya mengunjungi beberapa tempat wisata menarik di Busan yaitu:

  • Kuil Beomeosa
  • Jalgachi Market
  • Haedong Yonggungsa Temple
haedong yonggungsa tempat wisata di busan
Haedong Yonggungsa Temple di Busan

Daegu (2 hari)

Awalnya, saya cuma pengen main ke Daegu karena ada teman saya, tidak disangka banyak tempat wisata di Daegu yang juga tidak kalah seru untuk dikunjungi seperti Duryu Park.

Saya juga mengunjungi Museum Oriental dimana saya mencoba hanbok atau pakaian tradisional Korea. Dari Daegu menjadi base saya untuk one day trip ke Gyeongju kemudian mendaki Gunung Jirisan setelahnya.

Baca juga: Itinerary liburan hemat ke Sydney selama 5 hari 4 malam!

tempat wisata daegu duryu park
Indahnya Duryu Park di musim Gugur

Gyeongju (1 hari)

Gyeongju merupakan sebuah kota bersejarah peninggalan Kerajaan Silla. Jadi kalau memang senang dengan sejarah, wajib banget ke Gyeongju.

Gyeongju juga merupakan warisan budaya UNESCO. Cara menuju Gyeongju dari kota besar lainnya bisa naik bus.

Beberapa situs yang saya kunjungi adalah:

  • Bulguksa Temple
  • Seokguram Grotto
  • Anapji Pond
anapji pond gyeongju korea
Anapji Pond

Jirisan (2 hari)

Setiap mengunjungi sebuah negara pasti sebisa mungkin saya akan hiking, tidak terkecuali di Korea Selatan. Jirisan (1,915 mdpl) adalah gunung kedua tertinggi setelah Hallasan.

Pintu masuk untuk mendaki Gunung Jiri adalah Jungsan-ni yang terletak di Kota Jinju. Di hari pertama saya naik sampai Jangteomok Shelter yang berada sejuah 4.6 km dari pintu masuk.

Keesokan paginya saya melanjutkan perjalanan sampai puncak Cheonwanbong untuk melihat sunrise dan kembali ke Daegu.

Jirisan itinerary korea selatan
Pemandangan dari Jirisan

Andong (2 hari)

Setelah Daegu saya melanjutkan perjalanan ke Kota Andong. Di Andong ada sebuah desa tadisional Korea yang bernama Hahoe Folk Village.

Menurut saya desa ini wajib dimasukkan ke dalam itinerary  liburan ke Korea Selatan, rasanya seperti melihat Korea Selatan di masa lalu. Desa ini juga sering digunakan sebagai tempat syuting film kerajaan Korea.

Baca juga: Itinerary Backpackeran ke Chiang Mai dan Chiang Rai 

desa tradisional hahoe korea
Desa Hahoe

Seoraksan (2 hari)

Untuk ke Seoraksan biasanya sih orang-orang pada ambil day trip dari Seoul. Biar tidak bolak balik, dari Andong saya naik bus langsung ke Sokcho dan menginap di sana.

Baru deh saya seharian keliling Seoraksan. Ketika masuk ada sebuah kuil yang bernama Sinheungsa. Sebuah patung Buddha besar duduk di dekat kuil tersebut.

Selanjutnya saya hiking sampai Ulsanbawai Rock. Anginnya kencang banget dan dingin, saya sampai tidak bisa merasakan telinga saya.

Atraksi yang paling terkenal di Seoraksan adalah naik cable car sampai Gwongeumseong Fortress. Sayangnya anginnya kencang, jadi ditutup.

Baca juga: Itinerary liburan ke Macau, asik-asik tempat wisata nya!

Seoraksan itinerary korea selatan
Ulsanbawai Rock

Seoul (3 hari)

Kota terakhir yang ada dalam itinerary saya liburan ke Korea adalah Seoul. Ya, kurang lebih saya jalan-jalan di Seoul cuma ke Gyeongbokgung Palace, N Seoul Tower, dan juga pusat keramaian seperti Itaewon atau Hongdae.

Kalau punya waktu ikutan DMZ Tour dimana kamu bisa berkunjung ke area perbatasan dengan Korea Utara. Selain itu bisa ikutan tur juga ke Nami Island.

istana gyeongbokgung tempat wisata seoul
Istana Gyeongbokgung

Nah, kurang lebih itulah itinerary liburan ke Korea Selatan yang saya singkat jadi 2 minggu. Saran saya sih kalau mau ke Korea Selatan paling tidak sisihkan waktu selama 5 hari.

Bisa dipilih saja mana kira-kira kota yang menarik bagi kamu. Contohnya kalau cuma punya waktu 5 hari bisa pilih tempat wisata yang dekat dengan Seoul atau dekat dengan Busan.

Kalau kamu ada pertanyaan tentang itinerary di atas, boleh langsung tanyakan ke saya ya! Selamat liburan ke Korea Selatan!

 

One Reply to “Itinerary Korea Selatan: Backpackeran Sendiri Tanpa Ikut Tur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *