Gunung Papandayan: Jalur Pendakian, Biaya dan Cara ke Sana

pendakian gunung papandayan

Gunung Papandayan adalah salah satu gunung terfavorit saya. Gunung yang terletak di Garut, Jawa Barat ini memiliki akses yang sangat gampang. Jalurnya pun tidak sulit sehingga cocok bagi pendaki pemula.

Gunung Papandayan memiliki ketinggian 2,665 mdpl. Gunung ini menawarkan pemandangan yang sangat menarik. Mulai dari hutan mati, kawah yang masih aktif.

Kalau mau sekedar hiking atau camping santai untuk melewati weekend, saya sarankan sih ke Gunung Papandayan saja. Jaraknya juga tidak terlalu jauh dari Jakarta maupun Bandung.

Nah, di artikel ini saya akan membagikan informasi jalur pendakian Gunung Papandayan, cara ke Gunung Papandayan dari Jakarta, dan berapa harga tiket masuknya.

Cara ke Gunung Papandayan

Perjalanan dapat dimulai dari Jakarta atau Bandung dengan rute sebagai berikut:

  1. Bus Jakarta/Bandung – Garut. Dari Jakarta kamu bisa naik Bus Primajasa dengan tujuan Garut. Bus berangkat dari Terminal Cililitan, Pasar Rebo, atau Kampung Rambutan. Lama perjalanan sekitar 5 jam dengan harga tiket bus Rp 52,000. Bus Primajasa berangkat setiap 45 menit dengan jadwal diantara jam 3.30 pagi sampai 10 malam. Dari Bandung lebih dekat lagi, bisa naik minibus dari Terminal Leuwipanjang dengan tujuan Garut namun bisa minta diberhentikan di pertigaan Pasar Cisurupan. Lama perjalanan sekitar 2 jam dengan harga tiket Rp 20,000.
  2. Minibus Garut – Pertigaan Pasar Cisurupan.  Setelah sampai di Terminal Guntur, Garut, kamu harus naik minibus lagi sampai pertigaaan Pasar Cisurupan. Perjalanan menggunakan minibus kurang lebih 1 jam lagi dengan harga tiket Rp 13,000. Jadwal terakhir minibus ini sampai jam 6 sore.
  3. Ojek/Pickup Pertigaan Pasar Cisurupan – Camp David. Nah, dari pertigaan harus naik ojek lagi atau mobil pick up. Kurang lebih sekitar 30 menit. Tarif ojek sekitar Rp 15,000 – 25,000. Sedangkan pick up satu mobilnya Rp 200,000 bisa muat 10 – 15 orang.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng 

Harga tiket masuk Gunung Papandayan

Harga tiket masuk Gunung Papandayan adalah Rp 20,000 (hari biasa) dan Rp 30,000 (hari libur) untuk turis domestik, Rp 200,000 (hari biasa) dan Rp 300,000 (hari libur) untuk turis mancanegara.

Selain itu, tarif untuk berkemah camping Rp 35,000 untuk turis domestik dan Rp 105,000 untuk turis mancanegara.

Jalur Pendakian Gunung Papandayan

Pendakian Gunung Papandayan bisa dilakukan dalam 2 hari 1 malam saja. Jalurnya cukup landai. Tetap pastikan membawa peralatan hiking yang diperlukan.

Berikut adalah itinerary, jalur pendakian, dan estimasi lama waktu pendakian Gunung Papandayan:

Camp David – Kawah Mas (20 menit)

Oke, mari kita mulai pendakian. Setelah meninggalkan Camp David, kamu akan melewati kawah yang masih mengeluarkan uap.

Gunung Papandayan ini cukup unik, karena biasanya kalau mendaki gunung pasti baru bisa melihat kawah dari puncaknya.

Artinya basecamp pendakian biasanya dibangun di sisi lain dari gunung.

Tapi Gunung Papandayan berbeda. Posisi basecamp-nya malah terletak di bawah kawah langsung.

Terlihat uap yang melambung keluar, sesekali kamu bisa mendengar suara sulfur yang mendidih dari lubang kawah.

Pemandangan batu vulkanis putih dipadu dengan uap sana sini sangatlah luar biasa indahnya.

Sekitar 20 – 30 menit berjalan melewati kawah, sebuah jalan setapak kecil akan membawa kamu ke punggung bukit.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Argopuro via Bremi

kawah mas garut
Kawah Gunung Papandayan

Kawah Mas – Pondok Salada (1 – 2 jam)

Di sebelah kanan terlihat sebuah danau kecil yang berwarna hijau tosca yang terbentuk pada saat erupsi di tahun 2002.

Ikuti terus jalan turunan sampai ketemu aliran sungai kecil. Nah, kumpulin energi kamu untuk mendaki jalur yang cukup terjal.

Ada percabangan, sebelah kiri jalurnya landai tapi lebih jauh. Sebelah kanan jalur singkat tapi ya lebih capek.

Setelah 1 – 2 jam pendakian (tergantung kecepatan dan stamina), sampailah di Pondok Salada.

Kamu boleh nge-camp di sini, ada air bersihnya juga, atau melanjutkan pendakian sampai Tegal Alun.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Ciremai via Linggasana

jalur mendaki gunung papandayan
Bukit punggung setelah melewati kawah

Pondok Salada – Hutan Mati – Tegal Alun (1 jam)

Ada 3 jalur untuk menuju Tegal Alun. Yang paling cepat adalah jalur sisi kanan, tinggal motong bagian tengah hutan di sisi punggung bukit satunya.

Jalurnya sangat terjal, tapi 30 – 45 menit saja sudah sampai ke Tegal Alun.

Jalur di sisi kiri lebih gampang, kamu akan melewati hutan mati yang terkenal di Gunung Papandayan. Terserah kamu mau milih jalur yang mana. Kalau saya waku itu naiknya lewat jalur sisi kanan, turunnya baru melewati hutan mati.

Sampai deh di Tegal Alun. Area ini dipenuhi dengan hamparan bunga edelweiss yang indah. Dari Tegal Alun sudah dekat sampai ke puncak.

Baca juga: Catatan Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun

hutan mati papandayan
Hutan mati

Tegal Alun – Puncak Gunung (1 jam)

Menurut saya sih, tidak perlu sampai puncak. Dari Tegal Alun masih harus jalan sekitar 1 jam.

Sampai puncak juga tidak ada view yang bagus, sekelilingnya cuma pohon-pohon saja seperti di tengah hutan.

Seingat saya setelah Tegal Alun ada sebuah lembah dengan aliran sungai yang mengalir. Spot di sini cukup bagus dan berkesan bagi saya.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Kerinci, Atap Sumatra!

Pondok Salada Gunung Papandayan

Padang edelweiss

Penutup

Sekarang kamu mengertikan kenapa Gunung Papandayan adalah gunung favorit saya? Lokasinya tidak jauh dari Jakarta atau Bandung. Pemandangannya juga bervariasi, ada kawah, hutan mati, dan juga hamparan bunga edelweiss.

Itulah catatan pendakian Gunung Papandayan lengkap dengan jalur pendakian dan itinerary selama 2 hari 1 malam. Pernahkah kamu mendaki Gunung Papandayan? Bagaimana pengalamanmu? Share di kolom komentar ya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *