Catatan Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun Turun Senaru

Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun

Sudah lama saya memiliki keinginan untuk mendaki Gunung Rinjani. Akhirnya kesempatan tersebut datang juga. Baac pengalaman saya menelusuri jalur pendakian Gunung Rinjani via Sembalun dan turun lewat Senaru.

Sekilas tentang Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah salah satu gunung tertinggi di Indonesia setelah Gunung Jayawijaya dan Gunung Kerinci.

Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3,726 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini sangat terkenal karena pemandangannya yang luar biasa indah. Terutama Danau Segara Anak dan juga Gunung Batu Jari yang lebih sering disebut sebagai Gunung Anak Rinjani.

Nah, dalam trip ini saya merencanakan liburan hemat selama sebulan start dari Surabaya – Bali – Lombok.

Karena saya orangnya memang senang naik gunung, sekalian saja naik Gunung Batur, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.

Update April 2021: Pendakian Gunung Rinjani telah dibuka kembali. Untuk melakukan pendakian lakukan dulu pendaftaran secara online melalui situs resmi taman nasional atau melalui aplikasi eRinjani.

Cara Menuju basecamp Gunung Rinjani via Sembalun

Gunung Rinjani terletak di Lombok, jadi kalau kamu berangkat dari kota lain bisa naik pesawat langsung ke Mataram.

Setelah sampai di bandara, bisa naik bus Damri ke Terminal Mandalika (1 jam), kemudian dilanjutkan dengan elf ke Sembalun (1 jam).

Kebetulan saya berangkatnya dari Bali menggunakan motor. Saya dan beberapa teman naik motor sampai ke Pelabuhan Padang Bai dan membeli tiket untuk menyebrang ke Pelabuhan Lembar di Mataram menggunakan kapal feri.

Harga tiket kapal feri terbaru untuk menyebrang dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar adalah Rp 57,000 (ekonomi dewasa), Rp 146,000 (sepeda motor), dan Rp 917,000 (mobil sedan).

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Semeru (Transportasi, Biaya, Rute)

plawangan sembalun
Danau Segara Anak dari Plawangan Sembalun

Jam 10 pagi kami naik kapal dari Pelabuhan Padang Bai, sekitar jam 3 sore baru sampai di Pelabuhan Lembar, kemudian lanjut lagi motoran sekitar sejam sampai kota Mataram.

Di Mataram kami sudah janjian sama teman Mapala Handayani. Pas datangnya lagi bulan puasa, jadi teman-teman mapala mengundang kamu untuk berbuka bersama.

Saya juga janjian sama seorang pendaki asal Amerika yang akan mendaki Gunung Rinjani juga. Namanya Micah, badannnya tinggi besar dan kuat. Dia lagi traveling di Indonesia juga dan hobi naik gunung di Indonesia.

Keesokan harinya, setelah membeli ransum makanan dan packing carrier, kami menggunakan angkot menuju ke Terminal Mandalika dan naik elf sampai ke pintu masuk Sembalun.

Jalur pendakian Gunung Rinjani via Sembalun

Ada dua jalur yang biasanya dilalui oleh pendaki, yaitu Sembalun dan Senaru.

Pendakian Gunung Rinjani melewati jalur Sembalun lebih ke perbukitan dengan hamparan ilalang yang luas sedangkan Senaru lebih ke hutan.

Saran saya sih kalau mau puas lebih baik naik lewat jalur Sembalun dan turun lewat Senaru.

Alasannya, karena lewat Sembalun berarti kamu naik ke puncak dulu baru turun ke Danau Segara Anak dan turun lewat jalur lain yaitu Senaru.

Nah, ibaratnya susah-susah dahulu sampai puncak baru deh bisa istirahat di Danau Segara Anak.

Sebaliknya kalau kamu naik lewat Senaru, kamu harus turun ke Danau Segara Anak dulu, kemudian harus naik lagi ke Plawangan Sembalun dan ini jalurnya terjal, sulit, dan berbatu.

Setelah sampai Plawangan Sembalun harus naik lagi ke puncak. Bakalan lebih capek sih kalau lewat Senaru. Energi kamu akan terkuras sebelum naik ke puncak.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Ciremai via Linggasana

Puncak Gunung Rinjani
Puncak Gunung Rinjani dari Sembalun

Estimasi pendakian Gunung Rinjani via Sembalun

Nah, sekarang kita masuk ke itinerary pendakian Gunung Rinjani lewat jalur Sembalun turun Senaru. Rombongan saya berjumlah 6 orang.

Total pendakian 5 hari 4 malam, sama seperti ketika saya naik Gunung Argopuro. Sebenarnya bisa lebih singkat tapi kami lebih santai juga jalannya.

Berikut adalah estimasi pendakian Gunung Rinjani via Sembalun dan turun Senaru:

Day 1: Basecamp Sembalun – Pos 3

  • 12.00 – 13.30 (1.5 jam) : Sembalun – Pos 1
  • 13.30 – 14.15 (45 menit): Pos 1 – Pos 2
  • 14.15 – 15.30 (75 menit): Pos 2 – Pos 3

Tepat jam 12 siang kami sampai di Desa Sembalun. Saya kurang tau mulainya darimana tapi kata teman yang juga nemeni jadi guide kami bilang kalau kami motong jalur biar lebih singkat.

Jalur dari Sembalun cukup landai dengan hamparan rumput di perbukitan yang luas. Spot mata air cukup banyak, hampir semua pos ada tapi yang bersih ada di pos 3. Sampai di pos 3 kami nge-camp semalam.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng

jalur pendakian gunung rinjani via sembalun
Jalur Sembalun yang cukup landai

Day 2: Pos 3 – Plawangan Sembalun

  • 9.00 – 13.00 (4 jam): Pos 3 – Plawangan Sembalun

Jam 9 pagi kami melanjutkan perjalanan melewati Bukit Penyesalan. Jalurnya juga makin terjal. Dari namanya sudah bisa kebayang kan ya kenapa namanya disebut dengan Bukit Penyesalan.

Katanya kalau sudah sampai disini bakalan menyesal karena rasanya kok gak habis ya tanjakannya, haha. Jam 1 siang kami sampai di Plawangan Sembalun.

bukit penyesalan rinjani
Bukit penyesalan

Plawangan Sembalun adalah tempat dimana para pendaki nge-camp dan mempersiapkan diri sebelum naik ke puncak keesokan harinya. Kami beristirahat sambil menikmati pemandangan sunset dan Danau Segara Anak yang indah.

Plawangan sembalun gunung rinjani
Plawangan Sembalun

Day 3: Summit attack – Danau Segara Anak

  • 2.00 – 6.30 (4.5 jam) : Plawangan Sembalun – Puncak
  • 8.00 – 10.00 (2 Jam) : Puncak – Plawangan Sembalun
  • 13.00 – 16.00 (3 jam) : Plawangan Sembalun – Danau Segara Anak

Tibalah saatnya untuk naik ke puncak. Beruntung sekali pada malam itu bulan purnama bersinar terang. Cahayanya memantul ke air danau dan danaunya terlihat bersinar. Luar biasa indah!

Jam 2 pagi kami memulai pendakian ke puncak. Saya tetap semangat berjalan selangkah demi selangkah walaupun rasanya capek.

Jalurnya berpasir sehingga tiap melangkah pasti merosot agak turun, tapi tidak separah Gunung Semeru.

Akhirnya jam 6.30 pagi saya sampai ke puncak Gunung Rinjani. Pas banget mataharinya mulai terbit. Rasa haru, bangga, dan kagum ketika sampai puncak memenuhi hati saya.

Saya berterima kasih kepada Tuhan karena diberi kekuatan untuk sampai ke puncak.

sunrise gunung rinjani
Danau Segara Anak dari puncak
Kawah gunung rinjani
Kawah Gunung Rinjani
tim pendakian rinjani
Bersama tim pendakian Gunung Rinjani

Si Micah, si teman saya dari Amrik lebih gila lagi, hanya 2.5 jam sudah sampai puncak. Di puncak gunung yang ada cuma turis luar negeri aja.

Mungkin karena bulan puasa jadi tidak banyak orang Indonesia yang melakukan pendakian Gunung Rinjani.

Sampai puncak tentunya harus foto-foto walaupun harus menahan dingin. Kelihatan kawah Gunung Rinjani dan juga Danau Segara Anak.

Menurut saya kurang cakep sih sunrise-nya. Soalnya cahaya matahari menyinari puncak sehingga ada bayangan di danau.

Baca juga: Catatan Pendakian Gunung Bawakaraeng

pendakian gunung rinjani

Kami kembali turun ke Plawangan Sembalun, makan siang, beres-beres dan jam 1 siang turun langsung ke Danau Segara Anak.

Turunannya terjal dan berpasir, jadi harus ekstra hati-hati, apalagi ada beberapa pendaki yang sedang naik juga.

jalur pendakian
Jalur pendakian ke puncak yang berpasir

Jam 4 sore kami sampai di Danau Segara Anak. Di dekat danau ada sumber air panas, jadi bisa mandi di sana. Rasanya segar banget mandi air panas apalagi setelah trekking seharian dengan view sekeliling yang indah.

Kami nge-camp di pinggir danau sambil masak ikan segar langsung dari danau, ngobrol-ngobrol, dan beristirahat.

Day 4: Danau Segara Anak – Senaru

  • 10.00 – 11.00 (1 jam): Danau Segara Anak – Plawangan Senaru
  • 11.00 – 17.30 (6.5 jam): Plawangan Senaru – Basecamp Senaru

Pagi hari ketika saya keluar tenda, tidak habisnya saya terkagum-kagum dengan keindahan Danau Segara Anak di pagi hari.

Kalau ke Rinjani tapi enggak nge-camp di danau sih benar-benar sayang. Wajib harus nge-camp di Danau Segara Anak!

Danau Segara Anak
Danau Segara Anak di pagi hari

Sayangnya kami tidak punya banyak waktu, jadi jam 10 pagi udah mulai harus melanjutkan perjalanan.

Saya pikir tinggal turunan eh tapi harus nanjak lagi sampai ke Plawangan Senaru. Bagian ini sih menurut saya paling capek.

Setelah sampai di Plawangan Senaru jalurnya tinggal turunan, lewat bagian berpasir kemudian masuk ke hutan. Jam 5.30 sore kami sampai di basecamp Jebah Gawa.

Hanya ada sebuah warung milik sepasang kakek nenek. Karena tidak dapat mobil kembali ke Mataram, kami memutuskan untuk tidur di sini semalam.

Day 5: Basecamp Senaru – Mataram

Awalnya kami berencana untuk mengunjungi Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep tapi karena waktunya tidak cukup kami pun naik ojek dan kembali ke Mataram menggunakan elf.

Setelah sampai di Mataram, saya berbuka puasa lagi bersama teman-teman. Saya ditawari brem, sejenis minuman yang terbuat dari tapai.

Penutup

Info tambahan tentang biaya:

  • Guide di Rp 270,000/hari
  • Porter Rp 250,000/hari.
  • Harga tiket masuk Rp 5,000.
  • Transportasi naik angkot sampai Sembalun: Rp 100,000.
  • Charter mobil: Rp 500,000.

Itulah sepenggal cerita pengalaman saya mendaki Gunung Rinjani di Lombok.

Gunung Rinjani merupakan salah satu gunung terindah di Indonesia yang pernah saya daki.

Mudah-mudahan teman-teman juga bisa melakukan pendakian Gunung Rinjani, jangan lupa mampir ke Danau Segara Anak yaa!

Kalau mendaki Gunung Rinjani terlalu berat buat kamu, kamu bisa juga mendaki Gunung Papandayan yang juga cakep tapi jalurnya lebih cocok untuk pendaki pemula.

Nah gimana? Menurut kamu mending mendaki Gunung Rinjani via Sembalun atau Senaru? Comment ya!

 

9 Replies to “Catatan Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun Turun Senaru”

    1. Hi Ahmed, untuk guide di Rp 270,000/hari dan porter Rp 250,000/hari. Harga tiket masuk Rp 5,000. Kalau transportasi naik angkot sampai Sembalun mungkin sekitar Rp 100,000. Kalau mau charter mobil sekitar Rp 500,000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *