Catatan Pendakian Gunung Ciremai via Linggasana

pendakian gunung ciremai

Gunung Ciremai dikenal sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat. Dengan ketinggian 3,078 meter di atas laut, kabarnya gunung ini disebut sebagai salah satu gunung dengan pendakian yang sulit. Berikut catatan pendakian Gunung Ciremai lewat jalur Linggasana.

Pendakian Gunung Ciremai memang cukup sulit dikarenakan gunung ini tidak memiliki banyak sumber air, sehingga para pendaki harus membawa stok air masing-masing. Saya pribadi suka dengan pendakian Gunung Ciremai karena jalurnya yang menantang.

Update terbaru pendakian Gunung Ciremai saat pandemi Covid-19: Pendakian diperbolehkan dengan jangka waktu 2 hari 1 malam dan isi tenda hanya diperbolehkan 2 orang. Kuota pendaki berjumlah 149 orang. Harus membawa surat keterangan bebas Covid-19 bagi warga di luar Kuningan, Majalengka, dan Cirebon. 

info pendakian gunung ciremai new normal
Sumber: IG @gunung_ciremai

Cara Menuju Basecamp Gunung Ciremai

Untuk menuju ke basecamp pendakian Gunung Ciremai, sebenarnya tergantung jalur pendakian mana yang ingin kamu lalui. Gunung Ciremai memiliki empat jalur pendakian dimana tiganya terletak di Kuningan (Cirebon) dan yang satunya lagi di Majalengka.

Jadi dari Jakarta atau area sekitarnya bisa naik bus dengan tujuan Kuningan. Kalau di Jakarta bisa lewat stasiun Grogol atau Lebak Bulus. Harga tiket bus dari Jakarta menuju Kuningan disekitar Rp 80,000. Sampai di Kuningan bisa lanjut menggunakan angkot atau ojek sampai basecamp.

kawah gunung ciremai
Kawah Gunung Ciremai

Beberapa Jalur Pendakian Gunung Ciremai

Berikut adalah beberapa jalur pendakian yang bisa kamu lewati ketika mendaki Gunung Ciremai:

1. Jalur pendakian via Linggarjati

Pendakian melalui jalur ini dikenal dengan tanjakkan yang cukup curam. Waktu pendakian sampai puncak melalui jalur Linggarjati kurang lebih akan memakan sekitar 10 – 11 jam. Tergantung dengan stamina atau kondisi fisik masing-masing. Ada 11 pos sampai dengan puncak. Biasanya jika melalui jalur ini bisa berkemah di pos Sanggabuana 1 atau 2.

2. Jalur pendakian via Linggasana

Jalur pendakian Gunung Ciremai via Linggasana adalah jalur pendakian yang saya lalui bersama teman-teman lainnya. Letaknya tidak terlalu berjauhan dari jalur pendakian Linggarjati. Bisa dibilang jalur Linggasana adalah versi pendeknya jalur Linggarjati. Ujung-ujungnya juga akan ketemu jalur yang sama menuju puncak. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak kurang lebih 7 – 8 jam.

3. Jalur pendakian via Apuy

Jalur Apuy lebih gampang kalau dibandingkan dengan Linggarjati maupun Linggasana. Hanya saja untuk menuju jalur pendakian ini lebih ribet, karena harus menuju Majalengka kemudian dilanjutkan ke Dusun Apuy.

Pos yang dilewati sampai puncak gunung ada sekitar 7 pos. Jalur ini nantinya akan ketemu dengan jalur Palutungan juga. Sekitar 6 – 8 jam sampai puncak.

4. Jalur pendakian via Palutungan

Jalur pendakian Gunung Ciremai via Palutungan cukup populer karena posisinya yang dekat dengan objek wisata seperti Curug Putri. Aksesnya juga gampang dari Kuningan. Lama waktu untuk mendaki sampai puncak kurang lebih 6 – 8 jam, mirip seperti via Apuy.

Baca Juga: Pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo

jalur linggasana
Hutan berkabut

Syarat dan prosedur pendakian yang perlu dipatuhi:

  1. Melaporkan diri kepada petugas Balai Besar TNGC setempat sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan;
  2. Menyerahkan fotocopy identitas (ktp/ sim/ kartu pelajar/ mahasiswa/ paspor yang masih berlaku;

Itinerari Jalur Pendakian Gunung Ciremai via Linggasana

Biasanya pendakian Gunung Ciremai hanya membutuhkan waktu 2 hari 1 malam. Sebelum memulai pendakian, lapor dulu ke petugas Balai Besar TNGC dan harus menyerahkan fotokopi identitas diri seperti KTP atau kartu pelajar.

Harga tiket masuk ke kawasan Gunung Ciremai adalah Rp 5,000 (hari biasa) dan Rp 7,500 (hari libur).

Kurang lebih itinerary pendakian Gunung Ciremai via jalur Linggsana adalah sebagai berikut:

Day 1: Basecamp – Pangalap

Saya dan tim berangkat dari Cikarang menggunakan mobil pribadi pada hari Jumat malam. Janjinya jam 9 malam akan dijemput di Cikarang oleh beberapa teman yang mulai duluan dari Jakarta, tapi jam 12 malam baru deh dijemput.

Hujan turun pada malam itu. Saya orangnya agak males kalau mendaki di saat hujan. Perjalanan kami menuju basecamp terkendala macet karena ada perbaikan jalan dan juga ada truk yang mengalami kecelakaan.

Akhirnya jam 11 pagi kami memulai pendakian Gunung Ciremai dari basecamp melalui jalur Linggasana dengan rombongan berjumlah 11 orang. Kurang lebih berikut timeline pendakian kami.

  • 11.00 – 13.00 : Basecamp – Kondang Amis
  • 13.00 – 14.40 : Kondang Amis – Kuburan Kuda
  • 14.40 – 16.00 : Kuburan Kuda – Pangalap

Dari basecamp menuju Kondang Amis tidaklah terlalu sulit. Jalurnya menanjak melewati tanaman yang cukup rapat. Dari Kondang Amis baru deh mulai harus manjat-manjat.

Saya sebenarnya kurang mengerti kenapa teman-teman memilih untuk nge-camp di Pangalap karena sebenarnya puncak masih jauh. Mungkin biar narok barang kali ya jadi enggak perlu membawa tas berat karena membawa botolan air yang banyak.

Baca Juga: Pendakian Gunung Argopuro via Bremi

Langit yang cerah

Day 2: Pangalap – Puncak – Turun ke Basecamp

Hari kedua lumayan gempor sih. Kami start muncak dari jam 1 pagi. Tas, tenda, semuanya ditinggal di Pangalap. Berbekal hanya air dan makanan kami pun memulai pendakian menuju Puncak Gunung Ciremai.

  • 01.00 – 01.30 : Pangalap – Tanjakan Binbin
  • 01.30 – 02.30 : Tanjakan Binbin – Tanjakan Seruni
  • 02.30 – 03.20 : Tanjakan Seruni – Bapa Tere
  • 03.20 – 04.10 : Bapa Tere – Batu Lingga
  • 04.10 – 06.00 : Batu Lingga – Sangga Buana
  • 06.00 – 06.40 : Sangga Buana – Pengasinan
  • 06.40 – 07.10 : Pengasinan – Puncak Ciremai

Tanjakan menuju puncak benar-benar terjal. Capek sih, tapi saya lebih senang yang jalurnya begini. Tapi di pikiran saya nanti turunnya gimana? Saya memang lemahnya di turunan. Biasanya kalau nanjak saya di depan tapi kalau turun slelau paling terakhir.

Waktu menunjukkan pukul 5 pagi dan kami bahkan belum sampai ke pos pengasinan. Matahari mulai terbit, beruntung kami dapat spot yang bagus untuk melihat matahari terbit.

Baca Juga: Cara menuju Gunung Papandayan dari Jakarta dan jalur pendakiannya

tim pendakian gunung ciremai
Bersama tim pendakian

Akhirnya sampai di puncak juga dan pastinya harus mengabadikan momen donk. Kalau kata Bang Coco, teman pendakian saya, narsis sih harus. Naik gunung itu 90% ngambil foto 10% lagi nikmati pendakian.

Setelah puas foto-foto di puncak kami pun turun ke tempat nge-camp untuk packing barang dan melanjutkan perjalanan turun langsung sampai ke basecamp. Kami mengejar waktu agar tidak terlalu kemalaman. Jam 7 malam kami masih mencari jalur di kegelapan dan hampir terseseat dua kali.

Baca juga: Catatan Pendakian Gunung Kerinci, Atap Sumatra

Bener deh yang ketiga benar-benar tersesat. Kami melalui jalur yang salah dan malah sampai ke desa lain, sepertinya hampir ke basecamp Linggarjati. Untungnya salah satu anggota dapat sinyal dan contact basecamp. Kami pun dijemput dan kembali dengan selamat.

Penutup

Sedikit catatan penting, bawalah air yang cukup untuk mendaki Gunung Ciremai karena tidak banyak sumber air yang tersedia. Informasi lengkap mengenai kondisi gunung dan sebagainya bisa di cek langsung di situs resmi Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.

Sekian catatan dan jalur pendakian Gunung Ciremai via Linggasana beserta itinerary. Sudah pernah mendaki Gunung Ciremai?

 

4 Replies to “Catatan Pendakian Gunung Ciremai via Linggasana”

  1. mau tanya ka, kira2 kalau untuk yang belum pernah naik ciremai atau sebut aja pemula amannya naik lewat jalur apa ya? terimakasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *