Tips Work from Bali (WFB): Berapa Biaya Yang Harus Dikeluarkan?

tips dan biaya work from bali

Mau nyobain kerja atau work from Bali (WFB)? Apa saja yang perlu kamu persiapkan dan berapa biaya awal yang harus kamu keluarkan untuk work from Bali? 

Siapa sih yang ga pengen kerja di Bali? Bisa ke pantai setiap hari, kalau bosan bisa pergi staycation.

Suasana di Bali memang lebih asik, makanya banyak banget yang kepengen kerja dari Bali.

Terutama di masa pandemi, di mana orang-orang bisa kerja secara remote atau tidak perlu ke kantor.

Nah, bagi kamu yang mau datang ke Bali, istilah kerennya WFB, saya mau share aja dikit beberapa tips terutama berapa sih biaya yang perlu kamu persiapkan untuk pindah ke Bali.

Tips apa saja yang perlu dipersiapkan untuk work from Bali (WFB)?

Intermezzo dikit – saya datang ke Bali sekitar awal Juli, jadi PPKM belum dimulai.

Saya juga udah divaksin 2x, makanya berani datang ke Bali.

Sebelum kamu ingin work from Bali, sebaiknya kamu cek peraturan terbaru dulu karena sekarang peraturannya sering berubah.

Syarat terbaru jika kamu mau melakukan perjalanan ke Bali adalah (update 8 Agustus 2021): 

  1. Harus sudah mendapatkan vaksin Covid-19 minimal dosis pertama dengan menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin.
  2. Melampirkan hasil negatif tes PCR dengan masa berlaku 2×24 jam.

Jadi, pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan di atas sebelum terbang ke Bali. Jangan lupa untuk menjaga jarak dan patuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Prosedur Terbang Saat New Normal, Cek Syaratnya!

Biaya apa saja yang perlu kamu persiapkan untuk work from Bali (WFB)?

Sekarang kita masuk ke biaya apa saja kira-kira yang harus kamu keluarkan untuk kerja di Bali:

1. Biaya Tiket Pesawat, Hotel, dan Tes PCR

Sekarang harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik lagi murah. Kamu bisa cek aja di Traveloka atau situs Online Travel Agent (OTA) lainnya.

Terakhir saya cek untuk penerbangan dari Jakarta di sekitar Rp 600,000 untuk sekali jalan.

Di Traveloka juga ada harga paketan di mana kalau kamu pesan sama hotel langsung itu harganya jauh lebih murah.

Kebetulan saya dapat tiket + hotel 3 malam di sekitar Rp 2juta saja, itupun karena saya terbang dari Pekanbaru.

Harusnya kalau dari Jakarta lebih murah, mungkin Rp 1juta aja dapat.

Nah, untuk tes PCR sendiri di sekitar RP 700,000 – 800,000.

2. Biaya Sewa Motor 

Sampai di bandara kamu ada 2 pilihan – langsung sewa motor (di antar ke bandara), atau naik Gojek/Grab ke hotel dulu.

Kalau kamu memang udah cukup familiar dengan Bali dan barang bawaan tidak terlalu banyak, kamu bisa langsung sewa motor saja.

Cari aja online, banyak kok yang nawarin sewa motor bulanan. Biaya untuk sewa motor kurang lebih di Rp 600,000 – 700,000 per bulan. 

Pas kamu sewa, pastikan motor dalam keadaan bagus, cek kelengkapan dokumen seperti STNK, helm, atau jas hujan.

Saya sarankan untuk ambil foto atau video terutama kalau ada bagian lecet agar nantinya pas pengembalian tidak ada masalah.

Baca juga: Biaya Hidup di Singapura Mahal? Coba Kita Hitung Yuk!

3. Biaya Tempat Tinggal (Kost)

Selanjutnya, yang perlu kamu perhatikan jika ingin work from Bali (WFB) adalah mencari tempat tinggal atau kost.

Bisa cari di internet, biasa yang muncul adalah situs seperti OLX atau Mamikost.

Nah, tentukan dulu kamu maunya stay di mana. Apakah di area Seminyak, Kuta, Ubud, Sanur?

Saya pribadi lebih senang di Sanur karena setiap pagi ada yoga gratis di Pantai Karang.

Sanur juga lebih tenang, lebih cocok untuk anak pagi. Selain itu, kalau mau ke Seminyak dekat, mau ke Ubud juga dekat.

Saya juga suka dengan area Renon, lebih homey aja sih. Kalau di Seminyak/Canggu rasanya holiday vibe.

Sebelum saya ke Bali, saya sudah menghubungi dulu beberapa kost di dekat Sanur, ada 3-4.

Baru deh saya pergi cek langsung kamar kost-nya. Akhirnya ketemu satu yang cocok.

Soal harga sih, biaya sewa kost di Bali cukup bersahabat. Standarnya untuk kamar dengan AC itu di sekitar Rp 1.5juta – 2juta. 

Harga segitu udah cukup nyaman sih. Hanya saja belum termasuk listrik (pakai token).

Cek juga apakah kosan kamu ada wifi, ya namanya juga mau work from Bali.

Baca juga: Tips Mencari Kost Murah dan Mudah Bagi Perantau

4. Biaya Makan dan Belanja

Kalau soal makanan, untuk di Bali masih dapat harga Rp 20,000 – 30,000 untuk 1 porsi. Kebetulan saya ketemu katering, jadi biar tidak repot harus keluar tiap hari beli makanan.

Pas baru datang ke Bali, kamu harus mempersiapkan budget untuk belanja kebutuhan sehari-hari, contohnya seperti detergen, sapu, dll.

Ya, siapin aja kurang lebih Rp 500,000 untuk biaya belanja beli ini itu.

Selain itu palingan nanti ada biaya untuk laundry, isi token, atau bensin. Ya, dipersiapkan juga aja.

Baca juga: Biaya Hidup di China, Berapa Sih Pengeluaran Sebulan?

Rincian total biaya untuk work from Bali (WFB)

Yuk, kita coba hitung berapa total biaya yang harus kamu persiapkan jika ingin work from Bali (WFB):

  1. Tiket pesawat + hotel 2 malam: Rp 1,000,000
  2. Tes PCR: Rp 900,000
  3. Sewa motor: Rp 600,000
  4. Sewa kost: Rp 1,500,000
  5. Belanja dan lain-lain: Rp 700,000

Jadi kurang lebih total biaya yang perlu kamu persiapkan untuk work from Bali (WFB) adalah sekitar Rp 5juta lah buat jaga-jaga.

Nah, kurang lebih itulah beberapa tips yang bisa saya sampaikan. Jadi, tertarik untuk work from Bali?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *