Pengalaman Ikut Program Au Pair: Interview Bersama Lena Sesilia Auw

pengalaman jadi au pair

Apa itu program Au Pair? Bagaimana cara mendaftar program Au Pair? Syaratnya apa saja? Baca pengalaman Lena sebagai seorang Au Pair. 

Pepatah mengatakan kalau banyak jalan untuk menuju Roma. Begitu pula dengan hidup di luar negeri.

Banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk dapat pengalaman hidup di luar negeri, salah satunya adalah melalui program Au Pair.

Apa itu program Au Pair?

Program Au Pair adalah program pertukaran budaya yang memberi kesempatan bagi anak muda untuk tinggal di luar negeri dalam kurun waktu tertentu.

Sebagai seorang Au Pair, kamu akan tinggal di rumah host family dan membantu dalam hal pekerjaan rumah, seperti menemani anak, memasak, atau bersih-bersih.

Sebagai gantinya, host family akan menyediakan tempat tinggal dan juga memberikan uang saku.

Keuntungan bagi yang mengikuti program ini, selain bisa tinggal di negara baru, juga bisa belajar bahasa, mengenal kebudayaan negara tersebut, dan tentunya merasakan pengalaman baru.

Nah, kalau kamu memiliki rencana di luar negeri, terutama bagi yang suka anak-anak, pas banget artikel ini akan sangat membantu.

Sebelumnya saya sudah pernah sharing tentang pengalaman kuliah di China gratis yang juga bisa menjadi opsi lain untuk melanjutkan studi dan tinggal di luar negeri.

Cara mendaftar program Au Pair

Ada beberapa cara untuk apply untuk program Au Pair yaitu:

  1. Menggunakan website aupairworld.com, sejenis platform untuk mempertemukan calon Au Pair dan calon host family yang match satu sama lain. Di website ini, calon Au Pair membuat profil sebaik dan sejujur mungkin. Jika host family tertarik maka mereka bisa menghubungi kamu di website tersebut.
  2. Menggunakan agen. Jika kamu baru di dunia Au Pair, sebaiknya menggunakan agen agar lebih mudah mempersiapkan dokumen dan sebagainya. Banyak agen seperti Full Hope Au Pair, Smiling Face, dan lainnya. Aku pakai Full Hope sewaktu  ke Belanda. Kalian bisa menghubungi Full Hope Au Pair di alamat ini Citra Harmoni A2-11 Trosobo, Sidoarjo, Jawa Timur (081344150740).

Langkah-langkah mendaftar program Au Pair melalui situs aupairworld.com

Berikut adalah langkah-langkah dan syarat untuk mendaftar program Au Pair melalui situs aupairworld.com:

Step 1: Membuka akun

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah membuka akun profil di situs aupairworld.com. Membuka akun di situs ini gratis. Isi data diri kamu.

Step 2: Menentukan negara tujuan

Berdasarkan situs aupairworld.com, saat ini ada 22 negara yang menerima Au Pair, kebanyakan negara-negara di Eropa. Setiap negara memiliki persyaratan tertentu yang harus dipenuhi.

Tidak semua negara menerima Au Pair dari Indonesia, jadi sebaiknya kamu cek dulu apakah memenuhi persyaratan negara tersebut, klik sini untuk cek bisa ke negara mana saja sesuai kriteria kamu.

Step 3: Memenuhi persyaratan Au Pair

Melanjutkan poin di atas, persyaratan atau kriteria yang harus dipenuhi agar bisa ikut program Au Pair diantaranya adalah:

Umur

Setiap negara memiliki persyaratan umur yang berbeda namun pada umumnya seorang calon yang ingin mengikuti program ini harus berumur antara 18 – 30 tahun.

Kewarganegaraan

Beberapa negara hanya meneriman Au Pair dari negara tertentu saja.

Sebagai orang Indonesia kamu bisa ikut program Au Pair ke Amerika, Australia, Belgia, Belanda, Denmark, Finlandia, Prancis, Islandia, Irlandia, Italia, Luxembourg, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris.

Kemampuan bahasa

Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik, akan lebih baik jika bisa sedikit berbicara bahasa negara tujuan tersebut atau bersedia mempelajari bahasa negara tujuan.

Bersedia tinggal di negara tujuan selama waktu yang ditentukan

Lama tinggal di sebuah negara sebagai seorang Au Pair berbeda-beda, ada yang minimal 3 bulan, minimal 6 bulan, bahkan minimal setahun.

Belum menikah dan tidak mempunyai anak

Ya, memang tujuan utama dari program ini adalah pertukaran budaya, sehingga yang dicari adalah anak muda yang ingin mendapat pengalaman baru. Karena itulah salah satu syarat penting untuk menjadi Au Pair adalah belum menikah dan tidak mempunyai anak.

Syarat lainnya

Tidak semua negara mengharuskan syarat ini, tapi ada juga negara yang memiliki syarat tambahan lainnya. Contohnya di Amerika harus punya driving license, di Australia harus menggunakan working holiday visa.

Persyaratan di negara tertentu juga mengharuskan kamu memiliki dana yang cukup untuk mengurus visa, tiket pesawat, dan juga biaya hidup pas baru datang. Syarat lengkap sesuai negara bisa cek disini.

Step 4: Mencari dan menghubungi host family

Langkah selanjutnya adalah mencari host family dengan fitur yang disediakan di situs aupairworld.com. Data diri kamu akan dicocokkan dengan kriteria dari host family.

Setelah dapat yang cocok, kamu bisa menghubungi mereka lewat messanging system di situs tersebut. Kalau host family juga tertarik sama kamu, mereka akan mengatur interview online, bisa lewat skype atau video call.

Nah, disinilah kedua pihak bisa saling berkenalan, diskusi tentang apa yang di-expect dari kamu. Kamu bisa tanya tentang kewajiban yang harus kamu jalani, jam kerja, uang saku, hari libur, biaya apa saja yang ditanggung, dan detil lainnya.

Step 5: Tanda tangan kontrak Au Pair

Kalau interview-nya lancar, kamu senang sama condition yang diberikan oleh host family, mereka juga senang untuk menerima kamu sebagai Au Pair, maka kedua pihak akan tanda tangan kontrak.

Dengan cara ini, kedua pihak jelas dengan kewajiban dan juga tanggung jawab masing-masing sehingga kedepannya bisa menjalin hubungan yang baik.

Step 6: Mempersiapkan diri untuk pindah

Setelah diterima tinggal membeli tiket pesawat, mengurus visa atau dokumen lain yang dibutuhkan. Dan yang terakhir mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk tinggal di luar negeri dalam jangka yang cukup lama.

Interview Pengalaman Jadi Au Pair Bersama Lena

Agar lebih mengenal tentang program Au Pair, Nonanomad meng-interview seorang wanita asli Makassar yang bernama Lena Sesilia Auw tentang pengalaman sebagi seorang Au Pair.

Lena pernah tinggal di Belanda dan juga Denmark dengan program Au Pair ini. Lena juga sering membagikan tips dan pengalaman Au Pair di instagram pribadi dan juga channel youtube-nya. Di follow dan subscribe ya!

Kenapa tertarik mengikuti program Au Pair?

Awalnya itu saat aku ke New Zealand untuk liburan, terus seru banget gitu rasanya tinggal di luar negeri. Nah, aku googling lah cara hidup dan bekerja di luar negeri.

Ada banyak sekali cara, tetapi yang membuat aku paling tertarik adalah program Au Pair karena konsepnya tinggal dengan keluarga asuh, bisa ngerasain budaya luar seperti apa dan bisa berinteraksi dengan anak-anak bule yang lucu.

Ke negara mana dan berapa lama?

Pertama kali aku jadi Au Pair itu ke Belanda. Untuk negara Belanda, kontrak Au Pair selama 1 tahun. Setelah selesai kontrak, aku lanjut lagi ke Denmark. Kontrak di Denmark selama 2 tahun.

cara daftar au pair
Natalan bersama teman-teman

Persiapan apa yang diperlukan sebelum pindah kesana?

Pertama, yang harus kita siapkan otomatis adalah mental. Karena budaya Indonesia dan Eropa itu sangat berbeda.

Apalagi kita perginya seorang diri dan hidup dengan keluarga baru. Otomatis, mental harus kuat.

Perbagus Bahasa Inggris agar tidak kesulitan berkomunikasi saat sudah berada di negara tujuan.

Selain mempersiapkan mental dan bahasa, juga bisa mempersiapkan beberapa kebutuhan lainnya seperti jaket dan sepatu.

Perbedaan suhu antara Indonesia dan negara Eropa lumayan besar, jaket tebal adalah salah satu bawaan yang wajib.

Makanan camilan khas kotamu juga boleh kamu bawa untuk mengobati rasa rindu jika tiba-tiba teringat kampung halaman.

Rutinitas sehari-hari sebagai Au Pair?

Aktivitas tergantung dari kebutuhan host family, tetapi normally fokus utama kita adalah anak-anak. Host family aku adalah orang yang sibuk.

Sebagai CEO, waktu mereka sangat terbatas, oleh karena itu mereka membutuhkan Au Pair. Mereka juga tetap menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak saat weekend.

Karena itu, biasanya aku libur pas weekend. Tugas aku sebagai Au Pair contohnya menyiapkan breakfast dan lunch, mengantar anak ke sekolah, memastikan mereka mengerjakan tugas dan PR saat pulang dari sekolah.

Selain itu main bersama mereka saat sengang. Aku juga menyiapkan dinner karena aku juga hobi memasak. Permintaan mereka juga adalah Au Pair yang bisa masak.

Aku juga melakukan kerja rumah tangga ringan seperti tyding up dan organizing.

pengalaman au pair
Lena dan host family

Hal baru yang dipelajari ketika menjadi Au Pair?

Aku belajar banyak hal positif selama menjadi Au Pair. Salah satunya hidup aku jadi lebih teratur. Bangun lebih awal, hidup lebih termotivasi dan terstruktur.

Lebih tepat waktu , bisa mengolah keuangan dengan baik, dan tentu saja mengetahui hal-hal seputar Eropa.

Biaya apa saja yang perlu kita keluarkan? Apakah digaji?

Biaya yang dikeluarkan ini beragam ya (Belanda dan Denmark berbeda). Saat aku ke Belanda, aku menyiapkan dana skitar 15 jutaan.

Itu termasuk biaya legalisir akte, translate dokumen-dokumen, fee agen, dan tiket pp dan penginapan Makassar-Jakarta selama proses pengurusan visa.

Tentu saja jika teman-teman tinggal di jakarta pasti jauh lebih murah. Untuk visa (sesuai kesepakatan, ada yang host family tanggung semua, ada yang bagi dua).

Kalau aku, biaya pengurusan visa dan tiket pesawat pulang pergi ditanggung oleh host family.

Untuk gaji, kita mendapat pocket money atau uang saku setiap bulannya. Setiap negara berbeda, untuk Belanda standarnya 340 euro, Denmark kurang lebih skitar 500 euro.

Pengalaman seru yang bisa diceritakan?

Banyak, contohnya aku bisa traveling bareng teman-teman ke berbagai negara di Eropa, naik hingga puncak Menara Eiffel, juga mendapat surprise ulang tahun dari keluarga asuh.

Traveling bersama teman-teman
Menikmati cherry blossom di Denmark

Tips bagi teman-teman yang ingin ikut program Au Pair?

Jika teman-teman ingin mengikuti program Au Pair, pastikan Bahasa Inggrisnya lancar. Paling tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Memiliki pengalaman dengan anak-anak, dan tampilah apa adanya.

Tips nih saat interview, ketika kamu menceritakan dirimu dan kehidupanmu, ceritakanlah sesantai mungkin  dan tidak usah berlebihan. Mereka ingin melihat bahwa kamu adalah pribadi yang jujur, menyenangkan dan apa adanya.

Suka duka jadi Aupair?

Semuanya pasti ada suka dan duka. Begitu pula pengalaman sebagai Au Pair. Sukanya adalah, kita bisa kenal dengan orang baru, belajar budaya baru, traveling ke negara-negara tetangga, punya peluang hidup di luar negeri.

Dukanya, kadang kita agak susah beradaptasi dengan keluarga baru dengan latar belakang yang berbeda jauh. Orang-orang Eropa terkenal disiplin dan direct speak, jadi jika kita tidak sesuai standar mereka, kesalahpahaman bisa terjadi.

Saat kesalahpahaman itu terjadi, biasanya kita jadi home sick dan pengen pulang. Tetapi semua pengalaman Au Pair ini membuat aku menjadi lebih mencintai diri sendiri dan tentunya lebih dewasa.

Baca juga: 12 Pekerjaan yang bisa Membawa Kamu Keliling Dunia

pengalaman au pair
Stockholm, Sweden

Penutup

Itulah penjelasan tentang cara daftar program Au Pair, syarat mendaftar, dan kisahnya Lena mengikuti program Aur Pair.

Gimana? Tertarik untuk jadi Au Pair? Kalau kamu punya pengalaman seru sebagai Au Pair bisa juga share di kolom komentar di bawah. Terima kasih juga kepada Lena yang telah bersedia berbagi pengalaman serunya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *