Interview Dengan Rahma Ahmad: Travel dan Halal Lifestyle Blogger

interview jilbab backpacker

Inspirasi kali ini adalah seorang traveller dan juga blogger perempuan yang bernama Rahma Ahmad atau juga dikenal dengan nama Jilbab Backpacker.

 

Bermula dari profesinya sebagai jurnalis, Rahma berkesempatan untuk berkeliling Indonesia dan akhirnya memutuskan untuk fokus dengan blog-nya.

Penasaran dengan cerita seru Rahma travelling ke negara anti-mainstream seperti Azerbaizan, Iran, Uzbekistan? Baca saja di blog-nya langsung – Jilbab Backpacker dan follow instagram Rahma.

Boleh diceritakan awalnya bagaimana bisa terjun ke dunia travelling?

Dari kecil aku udah diajak oleh orangtua travelling ke beberapa tempat, jadi kayaknya udah kebentuk kesukaan travelling dari kecil.

Nah, aku mulai travelling mandiri tanpa orang tua itu ketika mulai kerja dan punya penghasilan sendiri. Saat itu diajak kawan kantor untuk backpackingan ke Malaysia-Singapura dan sejak itu ketagihan buat ekpslor tempat-tempat baru.

Ditambah lagi, pekerjaanku saat itu sebagai wartawan mengharuskanku jalan ke beberapa tempat di Indonesia. Sekalian deh setelah kerjaan beres, aku extend buat travelling sendiri.

Baca juga: Inspirasi Travel Blogger dan Book Writer: Traveling aja Dulu! 

Apakah ada alasan khusus kenapa memilih nama jilbab backpacker sebagai identitas blog?

Yap, aku ingin membagi pengalaman ke orang-orang kalau perempuan berjilbab itu bisa jadi apa saja, termasuk jadi seorang traveller/backpacker yang mengeksplor dunia. Tanpa perlu meninggalkan identitas Islamnya karena takut dimusuhi, dijauhi, dan sebagainya.

Di blogku, aku juga menuliskan tempat makanan halal, masjid-masjid indah, atau destinasi yang cocok untuk didatangi para muslim traveler. Ini yang selalu aku cari kalau mau pergi, dan kupikir akan sangat berguna juga buat yang lain.

Share donk, style traveling kamu seperti apa?

Kalau pergi sendiri, aku tipe yang going with the wind blow. Nggak bikin itinerary detail, paling hanya booking hotel dan kadang-kadang transport antarkota aja.

Mau apa di sana, tempat apa yang akan aku kunjungi baru aku tentukan ketika sampai sana. Misalnya saat ke Uzbekistan kemarin, aku baru tentukan mau ke mana hari itu setelah melihat kondisi di sana.

Aku juga tipe yang santai, ga ngoyo untuk mendatangi semua destinasi di kota itu. Aku lebih suka duduk sebentar di café atau di tempat publik yang bisa melihat kehidupan masyarakat sekitar, naik angkutan umum, masuk pasar, dan kalau memungkinkan ngobrol dengan warganya. Jadi nggak cuma foto-foto lalu pulang.

Lebih senang gunung, pantai, sejarah, atau kota?

Kota dan sejarah.

Apa yang membuat kamu senang traveling ke negara anti-mainstream?

Sebenarnya nggak ada niat khusus untuk travelling ke negara anti-mainstream, tapi negara-negara yang kebetulan aku sukai adalah negara yang punya sejarah dan budaya tinggi, nggak cuma punya kota metropolitan aja.

Nah, kebetulan beberapa negara itu memang yang nggak popular di kalangan traveller Indonesia, seperti Iran, Uzbekistan, Azerbaijan, dsb.

Negara mainstream seperti Turki, Yunani, kalau punya sejarah dan budaya bagus juga akan aku datangi. Tapi akhir-akhir ini emang aku lebih tertarik dengan negara Asia Tengah dan negara di Jalur Sutera. Jadi masih punya keinginan besar untuk eksplor negara-negara tersebut.

interview rahma
jilbab backpacker di iran

Dari 41 negara yang kamu kunjungi, negara mana yang memberikan kesan paling dalam?

Iran. Iran itu negara yang dicap buruk oleh banyak orang dan banyak media barat. Tapi ternyata, yang ada di sana berbeda 180 derajat dengan yang orang bicarakan. Iran itu indah, bersih, orangnya ramah, dan negaranya aman banget.

Baca juga: Pengalaman Sebagai Au Pair di Luar Negeri dengan Lena Sesilia

Bagaimana experience kamu travelling ke luar negeri sebagai perempuan berjilbab?

Alhamdulillah sejauh ini nggak ada kejadian nggak menyenangkan yang aku alami. Orang-orang yang aku temui selama perjalanan ini respect banget dan nggak ada yang rasisnya keterlaluan. Palingan diliatin dari atas sampe bawah, atau nggak diajak ngobrol. Itu aja.

Lucunya, karena berjilbab, aku sering diajak foto di negara-negara yang jarang muslimnya, seperti di China. Di sana, di setiap belokan aku malah diajak foto.

Dan jilbab ini jadi kayak identitas juga. Karena berjilbab aku banyak dapat pertolongan dari sesama muslim yang aku temui di negara-negara yang aku datangi.

Pernah diajak makan di rumah keluarga muslim di Myanmar, pernah juga ditraktir oleh ibu-ibu muslim Jepang waktu di Praha.

Barang yang wajib kamu bawa saat traveling?

Kamera, dompet, handphone, kaos kaki.

Bagi tipsnya donk bagaimana caranya biar bisa traveling hemat?

Rajin-rajin cari penerbangan promo, gunakan transportasi umum selama perjalanan, menginap di hostel yang dekat dengan tempat wisata agar irit transportasi.

Baca juga: Tips Konsisten Ngeblog ala Travelerien 

Saran bagi teman-teman yang ingin mulai traveling?

Mulai dari daerah atau negara yang dekat dulu aja. Belajar bikin itinerary, baca-baca tulisan orang soal negara atau daerah yang dituju supaya di sana ga blank.  Lalu setelah itu berhasil, mulailah ke tempat yang lebih jauh.

Dan yang penting, ga usah iri dengan perjalanan orang yang begini begitu, ga usah ngoyo travellingnya mesti penuh petualangan. Masing-masing punya gaya travelling sendiri.

Mau jadi turis yang cuma duduk manis dan nginap di tempat bagus silakan, mau jadi petualang yang nginap di rumah penduduk juga silakan aja. Yang penting, tetap travelling!

Terima kasih Rahma telah bersedia di-interview. Mudah-mudahan memberi inspirasi bagi teman-teman pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *