Cerita Liburan ke Pontianak: Menonton Festival Khatulistiwa

ramainya festival khatulistiwa

Senang rasanya bisa liburan ke Pontianak. Ceritanya saya diundang untuk menghadiri sebuah festival yang bernama Festival Khatulistiwa yang telah menjadi salah satu event besar di Kota Pontianak.

Jadi selain menikmati ramainya pertunjukkan budaya dan pakaian adat di karnaval Festival Khatulistiwa, sekalian juga saya mengunjungi tempat wisata di Pontianak dan mencoba kulinernya!

Sekilas tentang Kota Pontianak

Pontianak merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Barat. Kota Pontianak telah berkembang menjadi pusat perdagangan yang cukup populer.

Kota ini kental dengan pengaruh kebudayaan yang beragam. Penduduk aslinya terdiri dari Suku Melayu dan Suku Dayak. Namun besar juga pengaruh Suku Tionghoa.

Tidak hanya sebagai pusat perdagangan, Pontianak juga diminati para pelancong. Salah satu perayaan yang sangat populer adalah Festival Cap Go Meh yang biasanya dilaksanakan setiap tahunnya di Singkawang.

Selain itu posisinya yang terletak dengan perbatasan sehingga banyak yang juga tertarik untuk mengunjungi kawasan Malaysia Timur yaitu Kuching.

perempuan dayak di kalimantan
barongsai di pontianak

Legenda nama Pontianak

Ketika mendengar nama Pontianak, apa yang terbesit di pikiran kamu? Kedengarannya seperti salah satu nama makhluk halus, bukan?

Percaya atau tidak, dulunya ada mitos tentang seorang perempuan hamil yang meninggal dan rohnya menggentayangi warga setempat dari orang dewasa bahkan anak-anak.

Wajahnya terkenal cantik, biasanya digambarkan memakai gaun berwarna putih dan tinggal di pohon pisang. Coba tebak. Pasti pada tau kan ya, siapa lagi kalau bukan “Kuntilanak”.

Kenapa nama kota ini kedengaranya mirip dengan makhluk halus ini? Legendanya adalah ada seorang pemuda bernama Abdurrahman Alkadrie dan rombongannya berlayar di sungai untuk mencari tempat persinggahan.

Ketika sampai di ujung Sungai Kapuas, mereka diganggu oleh makhluk halus. Alkadrie menyuruh anak buahnya untuk menembakkan meriam dan makhluk tersebut hilang.

Akhirnya mereka menetap dan Alkadrie pun menjadi Sultan atau Raja pertama di daerah tersebut dan menyebutnya dengan Pontianak. Itulah sepenggal cerita legenda setempat, atau mungkin sejarah kota Pontianak.

Baca juga: Pengalaman liburan ke Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki

Objek wisata di Kota Pontianak

Karena waktu yang cukup terbatas, rombongan kami hanya sempat mengunjungi beberapa objek wisata di Pontianak yaitu:

1. Tugu Khatulistiwa

Salah satu objek wisata Kota Pontianak adalah Tugu Khatulistiwa yang terletak sekitar 3 km dari pusat kota. Tugu ini dibangun persis di posisi garis ekuator.

Monumen aslinya sebenarnya disimpan di dalam museum, dan yang terlihat sekarang adalah monumen yang dibangun kembali sebagai pertanda.

Tetapi pada tahun 2005, ditemukan lokasi baru sesuai dengan lintang dan bujur yang tertera di monumen yang terletak 1.2 km dari tugu ini.

tugu khatulistiwa liburan pontianak
Objek wisata Tugu Khatulistiwa

2. Istana Kadriah

Arsitektur Istana Kadriah menggabungkan tiga kebudayaan sekaligus yaitu Melayu, Belanda, dan Timur Tengah. Istana ini dicat dengan warna dinding berwarna kuning. Di dalamnya, tersisa peninggalan bersejarah dari Sultan Abdurrahman Alkadrie dan keluarganya.

istana kadriah tempat wisata di pontianak
Istana Kadriah

3. Berlayar di Sungai Kapuas

Penduduk lokal Kota Pontianak senang menaiki perahu merangkap kafe menelusuri Sungai Kapuas. Cukup dengan memesan kopi atau teh atau makanan kecil lainnya, kamu bisa berlayar selama 45 menit. Sembari melihat rumah panggung disekitar sungai, ataupun anak-anak mendayung perahu kecilnya, suasananya asik dan santai.

sungai kapuas wisata pontianak
Sungai Kapuas

4. Katedral Santo Yosef

Katedral yang juga merupakan katedral tertua di Pontianak ini dibangun pada tahun 1909. Katedral ini memiliki bagian penting dalam sejarah penyebaran Agama Katolik di Pontianak. Yang menarik adalah katedral ini dirancang oleh arsitek lokal dari Kalimantan Barat.

katedral pontianak
Katedral St. Joseph Pontianak

5. Rumah Radakng

Rumah Radakng merupakan rumah panggung tradisional Suku Dayak. Panjangnya 138 meter dengan tinggi 7 meter sehingga menjadi rumah tradisional teroanjang dan terbesar di Indonesia.

Nilai atau filosofi dari rumah panjang ini datang dari kebiasaan hidup dan budaya Suku Dayak yang tinggal dalam kelompok besar dan pentingnya kebersamaan dan juga rasa toleransi.

rumah radakng
Rumah Radakng

Merasakan keberagaman budaya di Festival Khatulistiwa

Coba bayangkan,  sebagai salah satu negara dengan budaya paling beragam di dunia, hampir tidak mungkin jika kamu ingin melihat semua suku dalam waktu yang singkat.

Nah pertanyaannya, mungkinkah melihat berbagai macam suku Indonesia di satu tempat tanpa membuang banyak waktu dan uang? Solusinya adalah menghadiri karnaval atau festival.

Salah satu festival yang menarik adalah Karnaval Khatulistiwa yang baru saja berlangsung di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Baca juga: Tips liburan dan biaya wisata ke Brunei Darussalam 

menghadiri karnaval khatulistiwa di pontianak-min

Nama karnaval tersebut diambil dari tempatnya sendiri yaitu Pontianak, sebuah kota yang terletak hampir persis di atasnya. ekuator.

Festival satu hari ini dibagi menjadi tiga kegiatan utama yaitu parade darat, karnaval air, dan penampilan puncak oleh musisi lokal ternama.

Cuaca Panas tidak menyurutkan kami untuk menunggu acara pembukaan, diawali dengan tarian dari suku setempat, sambutan singkat dari gubernur, kemudian marching band.

Ini sebenarnya pertama kalinya saya menonton marching band Indonesia tampil live, cukup mengesankan. Mengikuti marching band, kendaraan yang dihias berbaris membawa penghibur yang mengenakan pakaian tradisional berbeda.

Baca juga: Trekking melihat Suku Hmong di Sapa, Vietnam

pertunjukan budaya suku papua

Nah, itulah 5 hal menarik yang bisa kamu lakukan ketika liburan di Pontianak. Selain tempat-tempat ini, jangan lupa juga menyicipi makanan khas Kota Pontianak dan kalau sempat hadiri juga Festival Khatulistiwa ya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *