Liburan ke Brunei Darussalam, Negara Kecil Penduduk Ramah

tempat wisata brunei masjid sultan omar ali saifuddin

Berkunjung ke negara Brunei Darussalam menjadi sebuah pengalaman liburan yang berkesan bagi saya. Saya beruntung karena bertemu dengan penduduknya yang baik dan ramah, serta berkesempatan untuk eksplor tempat wisata di ibukota Brunei Darussalam yaitu Bandar Seri Begawan.

Sekilas tentang Brunei Darussalam

Brunei Darussalam adalah sebuah negara kecil yang terletak di daratan Borneo atau Pulau Kalimantan. Kalau kamu suka geografi pasti tau bahwa ada tiga negara di daratan Kalimantan yaitu Indonesia, Malaysia (Sabah dan Sarawak), dan Brunei Darussalam.

Negara ini memiliki mayoritas penduduk beragama Islam yang juga dipimpin oleh seorang Sultan. Jumlah penduduk tidak terlalu banyak yaitu sekitar 438,438 jiwa (2020).

Iklim negara Brunei mirip seperti Indonesia yaitu beriklim tropis. perekonomian negara Brunei Darussalam bertumpu pada sumber gas dan minyak yang berlimpah menjadikan negara ini kaya.

Sultan sebagai pemimpin negara Brunei Darussalam

Saat ini negara Brunei Darussalam dipimpin oleh seorang Sultan yang bernama Sultan Hassanal Bolkiah. Sultan ke-29 Brunei ini telah memimpin selama lebih dari 30 tahun.

Sebagai pemimpin negara dan pemerintah, Sultan Hassanal Bolkiah dihormati dan dicintai rakyat. Beliau dikenal memiliki sifat yang sangat sederhana dan ramah.

Malah Sultan Hassanal Bolkiah tidak segan-segan untuk menjumpai rakyatnya. Contohnya, di Sholat Jumat, beliau akan langsung datang ke masjid untuk sholat di antara jemaat lain.

Sultan Brunei ini telah membuktikan kemampuannya dalam mengatur kesejahteraan negara. Beliau sangat peduli dengan kesehatan dan pendidikan rakyat. Penduduk Brunei hanya perlu membayar $1 untuk berkonsultasi dengan dokter.

Masyarakat juga bisa sekolah gratis, mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di luar negeri kemana pun dan setinggi apa pun yang mereka inginkan.

Hobi Sultan tentang mengoleksi kendaraan mobil mahal bukan menjadi sebuah rahasia lagi. Sultan Hassanal Bolkiah memiliki koleksi mobil mahal dan mewah.

Transportasi dan Cara ke Brunei Darussalam

Saat ini belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Brunei Darussalam. Kamu harus transit dulu di Kuala Lumpur baru melanjutkan penerbangan ke Bandar Seri Begawan menggunakan maskapai AirAsia atau Royal Brunei.

Kalau pakai AirAsia dari Jakarta ke Brunei dengan transit Kuala Lumpur, harga sekali jalan berkisar di Rp 1juta. Kalau promo mungkin bisa lebih murah.

Karena posisi saya memang sudah di Kota Kinabalu, maka cara paling gampang untuk ke Brunei Darussalam dari Kota Kinabalu adalah menggunakan kapal ferry.

Sebaiknya ambil kapal dengan jadwal keberangkatan pagi karena kapal ferry tidak langsung menuju Brunei, melainkan transit terlebih dahulu di Labuan. Kalau ambil yang siang, kamu harus bermalam di Labuan.

Untuk keberangkatan pagi kamu bisa beli tiket two passes jadi untuk kapal dari KK (Kota Kinabalu) ke Labuan dengan lama perjalanan 3 jam, kemudian dari Labuan ke Muara (Brunei) dengan lama perjalanan 1 jam.

Harga tiket keseluruhan Kota Kinabalu – Labuan – Muara (Brunei) adalah RM 63.30 atau sekitar Rp 226,000. Sampai di Labuan akan dikenakan pajak sebesar RM 5. Di Labuan harus melewati imigrasi untuk cap keluar dari Malaysia.

Jadwal kapal ferry dari Jesselton Port (Kota Kinabalu) – Muara (Brunei):

  • Jesselton Port (Kota Kinabalu) – Labuan : 8.00, 13.30
  • Labuan – Muara (Brunei) : 9.00, 13.30, 15.30, 16.00

Jadwal kembali kapal ferry dari Muara (Brunei) – Jesselton Port (Kota Kinabalu):

  • Muara (Brunei) – Labuan : 8.30, 9.00, 14.00, 16.30
  • Labuan – Jesselton Port (Kota Kinabalu) : 8.00, 13.00

Saya rangkum lagi biar lebih jelas. Untuk arah sebaliknya kurang lebih sama.

Cara ke Brunei Darussalam dari Kota Kinabalu menggunakan ferry adalah sebagai berikut:

  1. Datang ke Jesselton Port (Kota Kinabalu) sebelum jam 8
  2. Beli tiket two pass (RM 63.30) untuk rute KK – Labuan – Muara (Brunei)
  3. Kapal berangkat dari KK ke Labuan (3 jam)
  4. Sampai di Labuan, cap keluar imigrasi
  5. Pindah kapal dari Labuan ke Muara (Brunei) perjalanan 1 jam
  6. Sampai di Serasa Port di Muara (Brunei), cap masuk imigrasi
  7. Naik bus dari pelabuhan – pusat kota (1 jam)

Selain kedua cara diatas, kamu juga bisa naik bus dari Pontianak ke Brunei Darussalam. Hanya saja memakan waktu yang cukup lama kurang lebih 24 jam. Bus biasanya berangkat pagi dengan harga tiket sekitar Rp 500,000.

Beberapa PO bus yang melayani rute Pontianak – Bandar Seri Begawan (Brunei) adalah PO ADBS, Damri, PO Murni Hj Saban.

Pengalaman saya liburan ke Brunei Darussalam

Jujur traveling ke Brunei Darussalam tidak pernah terbesit di pikiran saya. Di antara negara Asia Tenggara, Brunei Darussalam adalah negara yang tidak terlalu menarik bagi saya.

Saya juga tidak tahu kenapa saya tidak tertarik dan bahkan tidak pernah mencari informasi tentang Brunei.  Saya kira Brunei hanyalah sebuah negara kecil yang tidak ada tempat wisata menarik.

Terus, kenapa saya bisa sampai di Brunei Darussalam? Ceritanya saya mau mendaki Gunung Kinabalu yang terletak di Kota Kinabalu, Sabah.

Nah, ternyata Kota Kinabalu bertetanggaan dengan Brunei Darussalam. Ya udah, sekalian aja. Kebetulan saat itu saya harus melakukan visa-run karena saat itu saya sedang volunteer di Kuala Lumpur.

“Jika kamu bertemu dengan orang yang tepat, kamu akan menikmati Brunei.” Saya tidak akan melupakan kata-kata tersebut yang diucapkan oleh seorang traveler yang berasal dari Serbia.

Ketika masih di Kota Kinabalu, saya dan beberapa traveler lain yang kebetulan nginap di hostel yang sama duduk-duduk sambil ngobrol di sebuah cafe.

Entah darimana mulailah percakapan tentang negara Brunei Darussalam. Beberapa bilang kalau di Brunei tidak banyak hal yang bisa dilakukan.

Begitu juga dengan saya yang tidak berekpektasi banyak terhadap negara yang akan saya datangi keesokan harinya untuk melakukan visa run.

“Saya jalan-jalan ke Brunei Darussalam seminggu, seru banget!”, kata traveler Serbia ini.

“Di Brunei ngapain aja? Saya yang di sana 10 hari aja hampir mati kebosanan. Terlalu sepi, tidak ada alkohol.”, kata si traveler India.

“Orang-orangnya. Semua yang saya temui baik sekali. Kalau bisa pengen tinggal lebih lama di Brunei.”, jawab traveler Serbia.

Di percakapan ini saya lebih pro ke traveler India ini sih. Menurut saya satu dua hari juga cukup keliling Brunei.

Keesokan harinya saya berangkat menggunakan kapal feri dari Kota Kinabalu, transit di Labuan, dan menginjakkan kaki di Brunei. Saya tidak ada plan apa-apa, bahkan belum booking penginapan.

Ketika naik bus dari pelabuhan ke pusat kota Bandar Seri Begawan, saya berjumpa dengan seorang traveler asal Indonesia. Kami ngobrol seru, dia bilang kalau dia adalah seorang couchsurfer juga, di Brunei udah ada host.

Nah, saya minta tolong ke dia coba tanya si host, apakah bisa nge-host saya juga dan nginep di tempatnya. Jawabannya boleh. Ternyata di hari yang sama ada 7 orang couchsurfer yang tinggal di rumah host yaitu orang lokal Brunei yang sangat keren!

Merasakan langsung kebudayaan Brunei

Hari pertama ketika baru sampai, host kami yang bernama Waida mengundang kami untuk merayakan pesta pernikahan sepupunya.

Awalnya saya merasa sungkan karena baru kenal tapi udah diajak ke acara spesial keluarga. Ditambah lagi saya tidak punya baju formal untuk datang ke pesta.

Waida dan saudara perempuannya meminjamkan baju kurung dan mendandani saya. Saya pun menghadari pesta pernikahan dan merasakan langsung kebudayaan lokal di Brunei.

budaya brunei
Menghadiri pesta pernikahan

Di hari kedua, lagi-lagi Waida mengajak kami untuk bertamu, istilahnya open house. Open house adalah tradisi merayakan Ramadhan dengan mengundang keluarga dan juga teman.

Tujuannya adalah untuk mempererat hubungan dengan teman dan keluarga, saling silaturahmi. Acara open house di Brunei sedikit berbeda dengan Indonesia atau Malaysia.

Biasanya ketika Hari Raya di Indonesia open house cuma diadakan 3 hari maksimal seminggu. Di Brunei bisa sampai akhir bulan.

Pokoknya seru deh diajak jalan sama Waida. Saya belajar banyak tentang negara Brunei Darussalam, kebudayaannya, dan juga keseharian penduduk lokal di sana.

Benar juga kata si traveler dari Serbia. Saya ngerasain sendiri, bertemu dengan orang yang tepat dan bisa menikmati liburan di Brunei juga.

5 tempat wisata di Bandar Seri Begawan

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Brunei memiliki banyak masjid yang indah hampir di semua daerah. Interior masjid didesain dengan material atau bahan terbaik.

Hampir sebagian wilayah di bagian utara Borneo adalah hutan. Salah satu wisata alam yang terkenal di Brunei Darussalam adalah Taman Nasional Ulu Temburong.

Sayangnya saya tidak sempat ke sana. Selama di Brunei Darussalam saya berkunjung ke beberapa tempat wisata di Bandar Seri Begawan, yaitu:

1. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

Masjid yang dinamakan berdasarkan Sultan Brunei yang ke-28 menggambarkan seni Islam dan identitas negara Brunei Darussalam.

Dibangun pada tahun 1958, Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien menjadi tempat wisata yang populer di negeri ini. Kubah masjid dilapisi emas asli. Di langit-langit ruang doa terlihat gantungan lampu yang besar.

Area wudu untuk membersihkan diri sebelum doa atau sholat tersusun rapi di antara tiang penyangga putih. Untuk masuk ke masjid ini, kamu harus memakai jubah warna hitam yang dipinjamkan oleh masjid.

masjid brunei

masjid Sultan Omar Ali Saifuddien Mosque brunei darussalam
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

2. Masjid Hassanal Bolkiah

Jame’ Asr Hassanil Bolkiah adalah masjid terbesar di Brunei Darussalam. Di lantai dasar gerbang masuk ada anak tangga yang terbuat dari marmer putih sebanyak 29 buah dan melambangkan Sultan ke-29. Kubah masjid juga berjumlah 29 buah yang juga dilapisi dengan emas.

tempat wisata brunei masjid hassanal bolkiah
Masjid Hassanal Bolkiah

3. Museum Royal Regalia

Tempat wisata selanjutnya adalah Museum Royal Regalia. Kelihatannya kecil dari luar tapi pas masuk ternyata museum ini sangat luas.

Di Royal Regalia Museum ada segala informasi yang berkaitan dengan pemimpin negara yaitu Sultan, koleksi barang berharga Sultan, dan sejarah negara Brunei Darussalam.

Museum ini ditata dengan rapi sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk mengenal lebih lanjut tentang negara kaya ini dan juga tradisi maupun kebudayaan lokal.

museum royal regalia brunei
Museum Royal Regalia

4. Kampung Ayer

Salah satu tradisi dari masyrakat Brunei adalah tinggal di sepanjang sungai. 10% dari jumlah populasi tinggal di rumah panggung di dekat sungai.

Ketika saya melihat rumah panggungnya, saya cukup kaget karena ternyata bentuknya sudah modern. Masih ada juga rumah panggung kayu yang terjaga dengan baik.

Untuk berkunjung ke Kampung Ayer, kamu bisa naik kapal kecil yang akan mengantarkan kamu dengan harga 1 Brunei Dollar sekali jalannya.

kampung ayer wisata brunei
Kampung Ayer

5. Tasik Lama

Tasik Lama, sebuah taman di kota Bandar Seri Begawan adalah tempat di mana penduduk bisa meluangkan waktu untuk olahraga pagi, khususnya pada akhir pekan.

Ada yang jogging, nari, tai chi, senam, ya kegiatan-kegiatan yang menyehatkan badan. Udara di pagi hari segar karena pepohonan yang rindang. Di Tasik Lama juga ada air terjun kecil yang melengkapi suasana tenang dan nyaman di taman ini.

tasik lama bandar seri begawan
Tasik Lama

Tips liburan ke Brunei

  • Sisihkan waktu setidaknya 4 hari. Saya kira 2 hari cukup tapi ternyata tidak sempat mengunjungi Taman Nasional Ulu Temburong.
  • Berpakaianlah yang sopan. Harusnya kita udah paham karena kita tinggal di Indonesia penduduk mayoritas juga muslim. Jadi hormati dengan cara berpakaian yang sopan. Bagi perempuan pakai kaos lengan pendek tidak masalah, yang penting masih wajar dan tidak terlalu terbuka.
  • Berkunjung tanggal 15 Juli, ulang tahun Sultan. Kesempatan sekali setahun di mana kamu bisa masuk ke istana Sultan. Berpakaianlah serba tertutup, bisa pakai baju kurung dan wanita harus memakai hijab. Kabarnya di tanggal ini kamu bisa melihat koleksi mobil mewah Sultan.
  • Berkunjung di saat Idul Fitri. Laki-laki bisa bertemu langsung dengan Sultan sedangkan para wanita bisa bertemu dengan istrinya.
  • Download aplikasi “Dart”. Transportasi umum tidak bisa diandalkan, jadi kemana-mana harus naik taksi. Kamu bisa coba download aplikasi Dart yang mirip seperti Grab/Gojek.
  • Rekomendasi hotel di Brunei. Kisaran harga termurah untuk hotel atau penginapan di Brunei adalah Rp 300,000 per malam. Miniinn Guest House, Poni Homestay, Kunyit 7 Lodge. Bisa langsung cek aja di aplikasi pesan hotel.

Begitulah pengalaman saya berkunjung ke negara Brunei Darussalam. Tidak disangka banyak cerita asik yang melekat di ingatan saya. Jangan ragu untuk liburan ke Brunei dan mengunjungi tempat wisata di sana!

Subscribe Newsletter Nonanomad

 

22 Replies to “Liburan ke Brunei Darussalam, Negara Kecil Penduduk Ramah”

  1. Hai Velysia, suami saya mungkin satu-satunya orang yang saya kenal yang pengin banget ke Brunei. Alasannya sih sama kayak kalau kita pergi ke tempat-tempat yang gak umum, yaitu karena gak tau di sana ada apa hahaha. Saya pun akhirnya marked calendar untuk bulan Juli kalau bisa main ke Brunei, ngerayain ulang tahun sultan open house ke istana, makan gratis kan ya? Btw, asyik ya open house lebaran sampai sebulan. Kue kue yang dibikin pasti abis dan gak mubazir.

    1. Sekalian juga main ke Sabah hehe, dekat kok dan banyak pulau2 cakep juga sama bisa trekking Gunung Kinabalu. Iya denger2 dikasih makan gratis.

  2. Wow, terpesona saya dengan Brunei dari tulisan ini. Saya pikir Brunei tidak ada yang dilihat karena negara kecil dengan penduduk yang juga sedikit sekitar 500 ribuan. Senang dengan liputannya yang lengkap.

    1. Pertama saya juga mikirnya gitu, tapi yang bikin pengalaman saya lebih menarik karena ketemu orang2 sana yang ramah hehe.

  3. Catettt. Jadi tanggal 15 juli jangan sampe ga mampir ke istana Sultan yes. Semoga selain bs liat mobil mewahnya bs ngintip toiletnya yg katantya disepuh emas juga ya 😍

  4. Wah wah Mbaak, saya itu malah pengen sekali ke Brunei. Alhamdulillah nemu tulisan ini. Semoga bisa suatu saat bisa ke sana membuktikan keramahan orang-orang Brunei.

  5. Waah walaupun luas geografisnya ngga terlalu besar tapi unggul di masyarakat nya yang ramah ya. Aku juga seeing baca blog seorang blogger yang dulunya tingg disana tentang betapa ramahnya penduduk sana.

    Btw ultah Sultan deketan sama ultah anakku hehe . Makasih tipsnya Mbak akan aku pertimbangkan next berkunjung kesana.

  6. Salah satu wish list saya ini ke Brunei Mba melalui Kalimantan dan Sabah Sarawak. Pernah ada rencana pengin lebaran di sana supaya bisa ke open house nya sultan hehehe. Tapi pandemi membuyarkan rencana ini semoga next bisa tercapai.
    Terima kasih atas gambarannya ya Mba. Sangat menarik 🙂

  7. Perjalanan Mbak Velysia ke Brunei ini memang di waktu yang tepat. Pas Idul Fitri yaa, beruntung banget bisa merasakan suasana idul fitri dengan budaya yang berbeda dengan di Indo. Di sna makanan khas saat lebaran apa mbak?

  8. Aku pengen ke Brunei tapi di rumah nggak ada yang mau 🙁 kurang menarik katanya. Suka lihat baju kurungnya dan seru pastinya bisa merasakan langsung kebudayaan Brunei.

  9. Ya Allah, Brunei.. kangen euy.. saya tahun 2013 ke sana 3 hari dan masih belum puas euy. Saya suka ambience kotanya yang tenang dan sepi euy.. Nikmat banget leha-leha di pinggir sungai sambil ngeliatin kapal hilir mudik ke kampung ayer.

    Kalau pandemi sudah berlalu, rasanya Brunei bakal jadi tujuan traveling berikutnya dehhh.. tp mau nyobain naik bus dari Pontianak ahhh.. Hehehe.

  10. Sultannya brunei darussalam bisa jadi contoh bagi semua pemimpin negara ya, selalu menyapa rakyat dan mengutamakan kesejajteraan rakyat. Btw, saya kok tertarik dengan tasik lama ya. Seru sekali nih pengalaman kakak ke brunei, bikin kita yg gak tertarik jadi penasaran

  11. Dulu guru saya pernah bilang, kalo pengangguran di Brunei itu digaji tapi entah benar atau tidaknya. Di sana kelebihan duit kali ya wkwk

    Oiya kalo lihat tempat wisata di Brunei Darussalam asyik juga itu, terlihat adem banget 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *