Cek itinerary saya solo traveling ke Turki (Turkiye) selama 7 hari (1 minggu) dengan rute Istanbul – Cappadocia – Pamukkale – Selcuk – Izmir!

Akhir-akhir ini kalau buka sosmed sering banget lihat teman bahkan artis yang lagi jalan-jalan di Turki.

Negara ini memang lagi naik daun, apalagi sejak banyak influencer yang memajang foto instagrammable – duduk di karpet dan bantal warna-warni dengan view balon udara di Cappadocia.

Dibalik spot instagrammable dan landscape-nya yang unik, negara ini juga memiliki banyak peninggalan bersejarah dari Kekaisaran Byzantium dan juga Ottoman. 

Nah, mau solo traveling sendirian ke Turkey tanpa ikutan tour?

Kamu bisa cek itinerary saya selama 7 hari solo traveling ke Turki.

Ya..sebenarnya 7 hari rada mepet sih. Tapi kalau ga punya waktu, mungkin itinerary ini cocok buat kamu.

Sebelum ke Turki, kamu perlu tahu dulu beberapa hal ini!

itinerary liburan ke turki cappadocia

Apakah liburan ke Turki perlu visa?

Kalau mau liburan ke Turki tidak perlu repot mengurus visa, guys!

Yep! Sejak Desember 2021, pemegang paspor Indonesia sudah BEBAS VISA SELAMA 30 HARI jika ingin berkunjung ke Turki untuk tujuan wisata.

Tidak ada syarat lain yang harus kamu penuhi untuk masuk ke negara ini.

Tinggal bawa koper, udah deh! Bisa langsung jalan-jalan!

Kapan waktu terbaik untuk liburan ke Turki?

Sebenarnya Turki bisa dikunjungi sepanjang tahun.

Banyak yang bilang kalau waktu terbaik untuk liburan ke Turki adalah di bulan April – Mei dan September – Oktober.

Alasannya karena temperaturnya pas – tidak terlalu panas.

Tapi kalau kamu pengen ngerasain winter di Turki – terutama pengen melihat landscape Cappadocia yang bersalju – kamu bisa berkunjung di Bulan Desember – Februari.

itinerary solo traveling turki 7 hari

Berapa harga tiket pesawat ke Turki? 

Beberapa maskapai yang melayani penerbangan dari Jakarta – Istanbul ada Turkish Airlines, Etihad Airways, Qatar Airways dan Oman Air.

Biasanya kalau beli tiket PP jatuhnya lebih murah, disekitaran Rp 7 – 10juta.

Malahan kalau promo bisa dapat Rp 5juta PP.

Kemarin saya dapat tiket pesawat dari Jakarta – Istanbul di harga Rp 3.5juta (one way) dengan menggunakan maskapai Oman Air.

Rajin-rajin aja cek tiket pesawat melalui Skyscanner.

Penasaran bagaimana caranya dapat tiket pesawat murah? Baca tips-nya di sini!

Berapa budget liburan ke Turki?

Liburan ke turki sebenarnya cukup affordable. 

Yang rada mahal lebih ke tiket masuk atraksi wisata.

Tetapi untuk akomodasi, makan, dan kebutuhan sehari-hari lumayan sama seperti Jakarta.

Alokasikan sekitar Rp 500rb – 1juta/hari/orang (di luar pesawat).

Menurut saya, budget segitu sudah lumayan nyaman sih.

Jadi, untuk 7 hari siapin aja sekitar Rp 7juta – 10juta.

Balik lagi, ini tergantung dengan style traveling masing-masing ya!

Selama di Turki saya selalu menggunakan debit card (Mandiri dan BCA) untuk melakukan transaksi.

Kalau perlu withdraw cash juga langsung di ATM (bank resmi).

Interior Hagia Sophia

Itinerary solo traveling ke Turki selama 7 hari

Berikut itinerary saya traveling sendiri ke Turki selama 7 hari tanpa ikutan tur:

Day 1: Istanbul – Galata Tower, Selat Bosphorus

Touch down Istanbul Airport! Setelah melewati imigrasi, kamu bisa langsung mampir ke ATM Halkbank di arrival hall untuk menarik uang tunai.

Buat jaga-jaga aja, walaupun selama perjalanan saya lebih sering menggunakan contactless payment dan debit card.

Dari Bandara Istanbul ke pusat kota (Taksim) bisa menggunakan shuttle bus bernama Havaist dengan lama perjalanan kurang lebih 1 jam (52 TL). 1 TL = Rp 835

Tips: Harga sim card di Turki cukup mahal – 350 TL untuk 20 GB. Kalau mau murah, bisa beli e-sim melalui aplikasi Airalo.

Nah, dari Taksim, lanjut lagi ke Sultanahmet untuk check-in hotel.

Kalau mau cari penginapan sebaiknya di area Sultanahmet / Fatih karena dekat dengan atraksi utama di Istanbul.

Beberapa rekomendasi hotel di Istanbul: 

Baca juga:Cerita Seru Liburan ke Australia ala Roadtrip, Tips dan Itinerary!

galata tower turki
Galata Tower

Hari pertama dibawa santai aja. Maklum, masih rada jetlag setelah penerbangan belasan jam.

Kalau kamu punya waktu setengah hari saja, kamu bisa jalan-jalan di sekitar:

  • Galata Tower – menara dengan ketinggian 67 meter yang dibangun pada abad ke-14 oleh Bangsa Genoese. Dari atas menara ini, kamu bisa melihat pemandangan kota Istanbul dan Selat Bosphorus. Di area ini ada banyak cafe-cafe untuk nongkrong juga. (Tiket masuk = 175 TL)
  • Karakoy – area pelabuhan yang telah disulap menjadi tempat nongkrong penuh dengan cafe hipster, bar, butik, dan art gallery.
  • Golden Horn Bridge – salah satu jembatan tertua di Istanbul, sore hari banyak yang mancing dan nongkrong di sini.
  • Cruising Selat Bosphorus – bisa nyobain cruising atau naik kapal feri dan menyebrang ke wilayah Asia-nya Turki yaitu Kadikoy.

Tips: Untuk naik transportasi umum seperti metro, tram, bus, dan kapal feri, bisa menggunakan IstanbulKart. Bisa beli melalui mesin berwarna kuning/biru dengan harga TL 50 yang kemudian bisa kamu top-up.

Klook.com

Day 2: Eksplor Istanbul – Area Sultanahmet

Saatnya berkeliling ke pusat bersejarah di Kota Istanbul yang terletak di area Sultanahmet.

Dulunya, area ini merupakan pusat kerajaan Byzantium yang dikenal dengan nama Constantinople.

Setelah diambil alih oleh Kerajaan Ottoman, area ini akhirnya juga menjadi pusat pemerintahan yang dikuasai oleh para Sultan.

Kamu bisa mengunjungi beberapa spot ini, semuanya bisa dilakukan dengan jalan kaki saja:

  • Hagia Sophia – awalnya dibangun oleh Kaisar Romawi sebagai katedral yang akhirnya dikonversi menjadi Masjid di pemerintahan Kerajaan Ottoman.
  • Blue Mosque / Sultan Ahmet Mosque – masjid yang dibangun menghadap Hagia Sophia dan dihiasi ubin berwarna biru.
  • Sultan Ahmet Tomb – makam para Sultan Ottoman.
  • Topkapi Palace – kompleks kediaman keluarga para Sultan yang sangat luas dengan ruangan yang memiliki fungsinya tersendiri. Di dalamnya juga terdapat museum yang menampilkan benda-benda bersejarah. Ada juga ruang terpisah khusus untuk anggota keluarga perempuan yang disebut dengan Harem. (Tiket masuk = 420 TL)
  • Basilica Cistern – digunakan sebagai tempat penampungan dan penyimpanan air. Di dalamnya kamu bisa melihat ratusan dengan berbagai dekorasi salah satunya kepala Medusa. (Tiket masuk = 190 TL)
  • Grand Bazaar – pusat perbelanjaan di Istanbul yang menjual berbagai jenis barang seperti perhiasan, lampu, karpet, suvenir, dan lainnya.

Sorenya, saya langsung ke terminal bus untuk melanjutkan perjalanan selama 12 jam ke Goreme (450 TL).

Operator bus yang paling populer digunakan adalah Metro Turizm.

Kalau mau lebih convenient, bisa cek penerbangan dari Istanbul – Nevsheir atau Istanbul – Kayseri untuk ke Cappadocia.

Tips: Jika kamu tertarik mengunjungi museum-museum baik itu di Istanbul maupun kota-kota lain di Turki, pertimbangkan untuk membeli Museum Pass untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

itinerary turki istanbul (2)
Salah satu ruangan di Harem, Topkapi Palace

Day 3: Cappadocia Green Tour

Sebenarnya ada banyak cara untuk eksplor Cappadocia – bisa sewa kendaraan sendiri atau ikutan day tour. 

Kamu bisa pesan langsung day tour melalui hotel atau online melalui situs seperti Klook, Viator, ataupun Getyourguide.

Di Cappadocia ada 3 jenis day tour dengan spot atau itinerary yang berbeda – Red Tour, Green Tour, dan Blue Tour.

Goreme Valley

Saya sendiri memilih Green Tour dalam itinerary traveling ke Turki ini karena tertarik untuk mengunjungi underground city, dengan spot-spot:

  • Goreme Valley – viewpointdengan pemandangan khas bukit-bukit Cappadocia yang khas.
  • Derinkuyu Underground City – kota bawah tanah yang memiliki kedalaman hingga 85 meter dari permukaan dan 18 tingkat dengan fungsi utama yaitu menyimpan makanan dan melindungi diri dari jajahan bangsa lain.
  • Ihlara Valley – dulunya para biarawan Bizantium menggali dinding-dinding tebing dan menjadikannya rumah dan tempat ibadah. Trekking-nya tidak terlalu sulit. Cuma di bagian awalnya aja mungkin harus menuruni tangga-tangga yang agak curam.
  • Selime Cathedral – merupakan spot favorit saya, soalnya bentuk katedral ini unik banget. Kamu bisa naik ke bagian atas katedral dan masuk ke ruangan-ruangan – baik itu ruang makan ataupun ruang untuk ibadah.
  • Pigeon Valley – di view point ini, kamu bisa melihat Uchisar Valley dari kejauhan. Ada banyak burung pigeon yang berterbangan dan membuat sarang di tebing-tebing ini.

Sorenya kalau masih ada waktu, kamu bisa mengunjungi Uchisar Castle untuk sunset.

Untuk masuk ke Uchisar Castle cukup bayar 50 TL dan kamu bisa naik sampai ke bagian paling atas dan melihat view area Cappadocia.

itinerary turki

Day 4: Hot air baloon Cappadocia

Pagi-pagi saya sudah bangun sebelum matahari terbit dan berjalan menuju viewpoint untuk melihat pemandangan balon udara khas Cappadocia.

Kenapa tidak sekalian naik balon udaranya aja?

Setelah dipikir-pikir, kayaknya sayang juga sih ngeluarin duit jutaan untuk naik balon udara, hehe.

Tapi kalau kamu punya budget, kenapa engga?

Sebenarnya ada beberapa pilihan spot untuk melihat balon-balon beterbangan di landscape Cappadocia yang unik, termasuk rooftop di Cave Hotel.

Rekomendasi cave hotel di Cappadocia:

balon udara cappadocia

Saya pilih Sunset Hill karena lokasinya yang cukup dekat dengan hotel.

Ternyata lumayan sepi! Naik lagi aja ke spot agak atas, tidak ada orang lain selain anjing-anjing liar yang menemani saya pagi itu.

Untuk naik balon udara di Cappadocia, kamu bisa pesan langsung melalui hotel atau online travel agent. 

Harganya kalau di rupiahkan sekitar Rp 2jutaan (durasi sekitar 3 jam).

Tips: Hot air balloon dapat terbang tergantung cuaca. Jadi, pastikan untuk cek terlebih dahulu weather forecast atau sisihkan hari lebih agar bisa naik balon udaranya. 

Siangnya, kamu bisa mengunjungi:

  • Goreme Open Air Museum – gereja dalam gua dengan pahatan dan lukisan mural yang menggambarkan kehidupan biarawan pada abad 4-13 D.C. (Tiket masuk = 125 TL).
  • Fairy Chimneys – formasi batuan unik yang terbentuk melalui proses geologi ratusan tahun lamanya. (Tiket masuk = 25 TL)

Kemudian, untuk melanjutkan itinerary liburan ke Turki selanjutnya, kamu bisa naik bus malam dengan rute Goreme – Denizili (300 TL) untuk menuju ke Pamukkale.

Klook.com

Day 5: Pamukkale

Pagi hari setelah sampai di Denizili, perjalanan kemudian dilanjutkan dengan minivan yang sudah diatur oleh agen bus untuk menuju Pamukkale (sekitar 30 menit).

Siangnya bisa istirahat saja, baru deh di sore hari ketika sudah tidak terlalu panas berkunjung ke Hierapolis dan Pamukkale.

pammukale

Kamu bisa arrange transportasi dengan pihak hotel.

Kebetulan hotel tempat saya menginap menawarkan ojek gratis ke pintu masuk sebelah utara (North Gate).

Harga tiket masuk untuk objek wisata Hierapolis dan Pamukkale ini adalah 150 TL.

Di sini, kamu bisa eksplor:

  • Roman Theatre of Hierapolis – teater peninggalan Bangsa Romawi dengan dekoratif indah.
  • Hierapolis (Pamukkale) Archaeology Museum – koleksi patung-patung dan benda bersejarah lainnya dari Bangsa Romawi.
  • Pammukale Traventines – sumber air panas natural dengan kolam-kolam berwarna putih yang dipercaya mengandung mineral yang dapat menyembuhkan penyakit.

Keren sih, ngelihat kolam-kolam berwarna putih ini walaupun beberapa sudah kering dan tidak ada airnya lagi.

Lebih bagus lagi pas sunset, ketika rombongan tur sudah pergi, kamu bisa mandi dan trekking turun Travenstine untuk keluar melalui pintu selatan (South Gate).

pamukkale
Travenstine, Pamukkale. Bisa mandi dan juga trekking turun sampai South Gate

Day 6: Selcuk

Sampai juga di hari ke-enam dalam itinerary liburan ke Turki.

Untuk menuju Selcuk, kamu bisa naik kereta api dari Denizili (42 TL) dengan perjalanan kurang lebih 3.5 jam.

Saya pribadi suka dengan Selcuk karena kotanya cukup kecil dan tidak terlalu ramai, karena biasanya turis lain hanya melakukan one day trip untuk mengunjungi Ephesus.

Rata-rata sih akomodasi dan restoran terpusat di area dekat stasiun kereta api dan juga bus.

Jadi, kemana-mana bisa tinggal jalan kaki.

Ada beberapa objek wisata yang bisa kamu kunjungi di Selcuk seperti:

  • The Basilica of St. John dan Ayasuluk Castle – tempat pemakaman Yohanes si Penginjil oleh Kaisar Justinian pada abad ke-6. (Tiket masuk = 50TL).
  • Isa Bey Mosque – masjid dengan arsitektur khas Seljuk/Anatolia yang menggabungkan style Ottoman.
  • Ephesus Archeological Museum – kamu bisa belajar sejarah Bangsa Yunani yang ada di Turki dan juga melihat bekas peninggalan arkeologi. (Tiket masuk = 50TL).
  • Temple of Artemis – kuil tempat pemujaan Dewi Yunani dan juga merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sayangnya hanya sedikit reruntuhan yang tersisa.

 

seljuk
Pintu masuk Basillica of St. John dan Ayasuluk Castle

Day 7: Ephesus

Alasan kenapa wisatawan datang ke Selcuk adalah untuk mengunjungi reruntuhan kota tua peninggalan Bangsa Yunani yaitu Ephesus.

Dari stasiun bus Selcuk, kamu bisa naik minivan langsung ke pintu masuk objek wisata ini.

Harga tiket masuk Ephesus adalah 200 TL.

Jika ingin mengunjungi Terrace House harus nambah lagi 85 TL (ga terlalu recommended sih).

Daya tarik utama dari Ephesus adalah Library of Celsus yang merupakan perpustakaan terbesar ketiga Bangsa Romawi.

Selain itu, kamu bisa jalan-jalan juga ke theater dan kuil-kuil yang ada di kawasan ini.

Setengah hari cukup kok untuk eksplor area Ephesus.

Kemudian, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan kereta ke Izmir.

Baru deh dari Izmir bisa naik bus atau terbang ke Istanbul untuk pulang ke Indonesia.

Baca juga: Itinerary Korea Selatan: Backpackeran Sendiri Tanpa Ikut Tur

ephesus
Library of Celsus

Nah, kurang lebih itu dia itinerary liburan ke Turki selama 7 hari (1 minggu) jika kamu pengen solo traveling atau jalan-jalan tanpa ikutan tur.

Kamu bisa download itinerary yang sudah saya buat di sini.

contoh itinerary turki

Kalau masih ada yang mau ditanyakan bisa langsung tinggalkan komentar ya.

Semoga perjalanan kamu menyenangkan!

 

One Reply to “Itinerary Turki 7 Hari, Solo Traveling Tanpa Ikutan Tur!”

Leave a Reply

Your email address will not be published.