Tanjung Bira merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi, terutama buat kamu yang memang berencana untuk liburan ke Makassar.

Pantai dengan pasir putih sehalus tepung ini sangat cocok bagi pasangan yang sedang honeymoon.

Tentunya, saya bukan datang dalam rangka bulan madu ya, haha – tapi lebih untuk santai-santai aja.

Dari Makassar ke Pantai Tanjung Bira

Jarak dari Makassar ke Bulukumba kurang lebih sekitar 200 km dan dapat ditempuh dengan lama perjalanan selama 6 jam.

Ada tiga cara yang umum digunakan untuk menuju Pantai Tanjung Bira dari Makassar:

  1. Menggunakan mobil kijang dari Terminal Maliengkeri dengan harga Rp 50,000/orang.
  2. Menggunakan transportasi umum BMA tapi hanya berhenti di Bulukumba saja. Harganya Rp 75,000/orang tapi sampai di Bulukumba harus lanjut lagi dengan angkot selama 1-2 jam untuk sampai ke Pantai Bira.
  3. Sewa mobil sendiri. Lebih cocok kalau kamu memang pergi ramai-ramai bersama teman-teman. Harga sewa mobil untuk drop off atau sekali jalan adalah Rp 500,000 – 600,000.

Yang paling murah memang lewat Terminal Maliengkeri, tapi tidak terlalu nyaman.

Kadang supirnya nunggu sampai mobil penuh, dan satu mobil isinya bisa 11 orang.

Saran saya sih sebaiknya berangkat di pagi hari sekitar jam 9 – 11 pagi.

Pantai Bira
Putihnya pasir pantai di Tanjung Bira

Rekomendasi Penginapan di Pantai Tanjung Bira 

Salah satu penginapan di Tanjung Bira yang saya rekomendasikan adalah Nini’s Beach Bungalow yang hanya berjarak 5 menit dari pantai.

Penginapan ini dulunya bernama Sunshine Guesthouse namun sekarang disulap menjadi lebih bagus.

Pemiliknya adalah sepasang suami istri yang sangat ramah, namanya Gav dan Nini yang juga ditemani dengan putri kecil mereka, Sunshine.

Kamarnya terbuat dari kayu, fasilitasnya juga simple tapi bersih. Harganya sudah termasuk sarapan.

Beberapa penginapan lain di sekitar Tanjung Bira yang cukup bagus adalah Tevana House Reef dan Amatoa Resort.

Spot wisata menarik di sekitar Tanjung Bira

Nah, di sekitar Tanjung Bira ada objek wisata apa saja?

Pantai Pasir Putih

Salah satu pantai yang terletak di Tanjung Bira adalah Pantai Pasir Putih.

Dari namanya sudah bisa membayangkan pasirnya yang indah.

Ada sebuah restoran yang menghadap langsung ke laut, bagus deh untuk foto-foto.

Pasir di pantainya halus banget, kayak tepung deh!

Saking halusnya tidak sulit membersihkan kaki dari pasir karena pasirnya juga tidak terlalu menempel.

 pantai tanjung bira sulawesi

Pantai Bara

Bagus banget pantainya! Saya sempat tidak percaya dengan pemandangan yang saya lihat.

Rasanya seperti melihat foto pantai-pantai di Hawaii.

Pohon kelapa berjejer, cocok banget untuk berteduh dari sinar matahari.

Warna lautnya yang biru dan gulungan ombak yang menyapu tepian pantai tanpa henti, indah sekali.

Di Pantai Bara ada sebuah resort yang bernama Bara Beach Bungalow, biasanya banyak pasangan yang datang untuk berbulan madu.

Pantai Bara bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 20 menit menelusuri pesisir Pantai Bira ketika air laut sedang surut.

Kalau lagi pasang harus memutar sekitar 45 menit berjalan kaki melewati sebuah jalan kecil memotong sebuah hutan atau bisa naik ojek Rp 15,000 – 20,000.

pantai bara sulawesi selatan
Pantai Bara

Pulau Liukang Loe dan Pulau Kambing

Tidak hanya pantainya yang indah tapi di sekitar Tanjung Bira juga ada spot menarik untuk snorkeling ataupun diving.

Saya dengar sih kalau diving di Tanjung Bira sangat menantang karena arusnya yang cukup kuat.

Kalau cuma mau lihat terumbu karang bisa snorkeling saja sambil melihat ikan-ikan bermain di dalam air.

Kalau memang mau diving di Tanjung Bira ada dive center yang profesional bernama Scuba Republic. Jadi bisa coba discovery dive atau paket lainnya.

Pertama kali saya nyobain diving sebenarnya di Pulau Wakatobi. Kalau sempat coba deh ke sana.

Harga untuk menyewa alat sekitar Rp 50,000/set. Harga kapal untuk hopping island ke Pulau Liukang Loe dan Pulau Kambing sekitar Rp 250,000 – Rp 300,000 per harinya.

Pulau Liukang Loe
Snorkeling di Liukang Loe

Panrang Luhuk

Tanjung Bira terkenal sebagai tempat untuk membuat kapal phinisi.

Kapal phinisi ini dibuat sebagai kargo untuk mengirim barang sehari-hari.

Ada tiga tempat untuk membuat kapal phinisi di sekitar Bulukumba.

Yang paling terkenal dan sering saya baca adalah Tana Beru.

Saya pergi ke tempat pembuatan kapal phinisi lain yang terletak di sebelah timur pantai, tepatnya di Desa Tanetang.

pembuatan kapal phinisi tanjung bira
Pembuatan Kapal Phinisi

Beberapa kapal phinisi dengan ukuran yang berbeda dibuat di pinggiran pantai.

Untuk membangun sebuah kapal phinisi yang besar dibutuhkan waktu sekitar 12 bulan dan sebagian besar dilakukan oleh pengrajin secara langsung.

Hanya 12 -15 tukang yang bekerja membangun sebuah kapal.

Kalau dipikir-pikir hebat juga ya, bisa membangun kapal besar secara tradisional menggunakan tangan saja.

Saya diperbolehkan untuk naik ke atas kapal dan melihat proses pengerjaan secara langsung.

Saya kagum dengan para pekerja yang harus mengangkat bahan-bahan dah harus menaikki tangga yang kecil.

Pua Janggo

Masih disekitar Pantai Bira, ada sebuah view point dari atas bukit yang bernama Pua Janggo.

Untuk sampai kesini harus berjalan sekitar 2 kilometer.

Nah, dari atas bisa melihat pesisir pantai dan juga Pulau Liukang Loe.

Pua janggo
Pua Janggo

Tips berkunjung ke Pantai Bira

Semakin tertarik untuk berkunjung ke Pantai Bira? Baca dulu beberapa tips ini:

  • Tiket masuk ke Pantai Bira adalah Rp 10,000 untuk WNI dan Rp 20,000 untuk WNA.
  • Kalau tidak mau capek jalan bisa menyewa motor dengan harga Rp 60,000 per hari tidak termasuk bensin.
  • Untuk tempat makan bisa coba Warung Bamboo atau Warung Melati. Harganya cukup murah dan rasanya juga cukup enak.

Pengalaman saya berkunjung ke Pantai Tanjung Bira

Saya memang lagi pengen bersantai aja di pantai makanya langsung membuat rencana ke Tanjung Bira.

Setelah tinggal di Makassar hampir empat bulan sayangkan kalau tidak ke Pantai Bira. Apalagi sebentar lagi saya akan meninggalkan Makassar.

Setelah menyusun barang yang perlu dibawa saya langsung menuju Terminal Maliengkeri.

Ketemulah dengan seorang turis dari Jerman bernama Ben. Akhirnya barengan deh kami ke Tanjung Bira.

Yang saya suka dari solo traveling, biasanya pasti bakal ketemu teman baru, jadi ujung-ujungnya tdak bakal sendirian.

Sama pas saya liburan ke Pantai Ora juga barengan turis dari Prancis

Setelah sampai di Tanjung Bira entah kenapa supirnya tidak suruh saya untuk bayar.

Bahkan saya coba ngasih duit ke dia malah dia pergi.

Mungkin karena bareng bule kali ya, haha, atau jangan-jangan saya dikira bule juga.

Saya tinggal di Sunshine Guesthouse selama 3 hari 2 malam.

Ketemu juga dengan seorang traveler dari Thailand juga bernama Alawiyah.

Ternyata Pantai Bira lumayan terkenal juga bagi wisatawan mancanegara.

Seru juga, trekking ke Bara Beach, melihat pembuatan kapal phini dan juga aktivitas lainnya bersama Ben.

Cuacanya kadang agak labil, kadang hujan kadang panas.

Pengen balik lagi ke Pantai Tanjung Bira!

Oh ya, kalau tidak sempat ke Pantai Bira bisa juga ke Pulau Samalona yang tidak terlalu jauh dari Makassar.

Nah, lumayan lengkap lah ya informasi yang saya berikan – dari cara ke Tanjung Bira dari Makassar, wisata apa saja yang bisa dilakukan, dan rekomendasi penginapan di sekitar area pantai. Semoga membantu!

Suka dengan konten ini? Dukung aku biar semangat bikin konten Nih buat jajan

Baca juga artikel:

 

5 Replies to “Tanjung Bira, Pantai Dengan Pasir Putih Sehalus Tepung!”

  1. wish list ke sini, dan penginapan sunshine udah aku list dari lama
    semoga bisa kesampaian kesini, setelah sekian taun nggak balik lagi ke makasar

  2. Halo Mbak, terima kasih banyak informasinya, saya terbantu sekali. Sebelumnya juga sgt terbantu dgn Postingan terkait Pulau Salamona dan Kodingareng Keke. Saya sudah cari di banyak sekali artikel dan sosmed, tapi tdk ketemu info sewa motor di Tanjung Bira. Kira-kira adakah kontak yang bisa saya hubungi? Termasuk sewa kapal ke Pulau Kambing dan Liukang yang kemarin Mbak gunakan? Terima kasih banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *