10 Traveler Wanita Indonesia Berbagi Cerita Menghadapi Situasi Pandemi

traveler wanita indonesia menghadaoi situasi pandemi

Dalam menghadapi situasi pandemi yang disebabkan oleh virus Covid-19, banyak dari kita yang harus merubah kebiasaan atau gaya hidup untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekarang, begitu juga dengan para traveler wanita Indonesia ini.

Aktifitas yang biasanya bisa dilakukan seperti ke kantor, nongkrong sama teman, pergi ke cafe, harus dihentikan dalam jangka waktu yang tidak pasti untuk kesehatan dan keselamatan bersama.

Tentunya dampak Covid-19 sangatlah terasa bagi semua orang. Yang biasanya sering traveling baik untuk urusan pekerjaan atau sekedar hobi pun tidak bisa traveling untuk sementara.

Pertanyaan yang diajukan kurang lebih meliputi kegiatan apa saja yang dilakukan saat ini, perasaan tidak bisa traveling, dan yang terakhir tips untuk teman-teman dalam menghadi situasi pandemi sekarang.

Nah, 10 traveler wanita ini akan berbagi cerita dan juga tips dalam menghadapi situasi pandemi di Indonesia.

1. Kadek Arini

Sekarang masih sama kaya kegiatan normal, ditambah produksi konten di rumah. Dan muncul hobi-hobi baru seperti berkebun.

Ga bisa traveling, lebih ke bosen sih, karena biasanya bisa eksplor banyak tempat, sekarang gak bisa. Dari job juga pastinya berkurang, ga sebanyak biasanya. Tapi syukurnya masih datang kerjaan.

Sebagai konten kreator mesti lebih rajin ngulik konten yg berhubungan dengan stay at home sebagai alternatif. Kalau kita rajin dan kreatif, pasti rejeki akan datang sendirinya.

Rasain semua keluh kesah dan perasaan ga enak/sedihnya. Embrace it, cry if you want. Tapi habis itu jangan terpuruk terlalu lama, bangkit lagi.

Solusi dari keresahan atau kesedihan itu apa? Apakah bosen karena jadi gak ada kegiatan? Berarti solusinya cari kegiatan, eksplor hal yg bisa dilakukan di rumah.

Lakukan hal yang gak sempet dilakuin karena sibuk kerja. (Mampir ke blog Kadek)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kadek Arini | Travel blogger (@kadekarini) on

2. Firsta

Selama pandemi, kerja selama 4-5 jam per hari. Kadang Senin-Jumat, kadang hanya 3 hari/minggu, tergantung kebutuhan.

Biasanya nyediain waktu tiap hari untuk nulis atau oprek-oprek blog, seperti update artikel lama. Banyak main sama orang di rumah, baca buku or dengerin podcast/Blinkist. Oh, sama lagi suka ngerajut hehe.

Biasa saja soal jalan-jalan (saat ini masih gak terlalu kangen sama traveling), palingan rindu jalan kaki yang lama gitu—tanpa pakai masker haha.

Awalnya ada rencana mau traveling overseas di bulan Juni, tapi sejak ramai covid19 di pertengahan Feb, sudah sadar kalau rencana tersebut harus diundur/diganti.

You’ve got this. Try to focus on the little positive things in life and it’s okay to be nervous, anxious, etc during this difficult time. (Mampir ke blog Firsta)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by firsta ? (@hellofirsta) on

3. Susan (PergiDulu)

Sebetulnya ga terlalu jauh beda sih. Biasanya kalau lagi di Australia kami memang ga terlalu banyak aktivitas.

Kalau kami agak lama di Australia, biasanya kami housesitting (jagain rumah dan binatang peliharaan orang-orang yang lagi liburan).

Selain housesitting, ga terlalu banyak aktivitas yang kami lakukan sehari-hari. Paling yang belakangan ini kami usahakan adalah exercise setiap hari.

Kalo ga lari, ya jalan keliling komplek. Selebihnya kalo weekend biasanya kami explore area setempat dengan bushwalking.

Kalo lagi di rumah ya leyeh-leyeh aja, nonton tivi, masak, nonton series dan diselingi juga dengan update blog ataupun bikin video travel yang udah lama tertunda (baca: terkubur).

So far memang rencana awalnya kami bakal masih ada Australia sampai 1-2 bulan ke depan. Jadi belum ada travel plan yang terpengaruhi.

Paling yang kena effect adalah private tour Sydney yang biasanya kami lakukan saat sedang ada di sini.

Baca juga: 10 Travel Blogger Inspiratif Indonesia 

Seharusnya kami ada private tour untuk libur Lebaran nanti, namun karena kondisi pandemik ini trip mereka pun terpaksa batal dan kami juga sudah full refund pembayarannya.

Rencananya Oktober kami bakal bawa grup untuk Camino de Santiago di Spanyol. Masih belum bisa dipastikan apakah bisa jalan atau tidak karena semuanya tergantung sikon di sana, tapi tentunya kami berharap bisa terlaksana.

Mungkin agak klise kalau mengutip kata Pak Jokowi tentang hidup berdamai dengan Corona. Tapi kenyataannya memang benar, kondisi ini tidak akan pulih dalam waktu yang singkat.

Jadi daripada tiap hari bertanya-tanya “kapan pandemi ini akan berakhir?”, lebih baik alokasikan energi kita dengan berpikir bagaimana cara menjalani hidup dalam situasi seperti ini.

Manusia mudah beradaptasi, oleh karena beradaptasilah dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah negara masing-masing.

Jangan fokus ke energi negatif atau stress  karena situasi pandemik, lakukan hal-hal yang kamu suka, cari aktivitas atau hobi baru kalau memang bosan. Tetap semangat and see you on the other side of this pandemic! (Mampir ke blog PergiDulu)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Travel Blogger | Susan & Adam (@pergidulu) on

4. Anggey Anggraini

Kegiatan sekarang re-decorate kamar, belajar masak nyoba-nyoba resep baru, Netflix-an quality time sama suami, dengerin podcast, olahraga di rumah, ngerjain beberapa kerjaan, ya sebisa mungkin ngelakuin hal positif untuk killing time pokoknya deh, hehe.

Sebagai traveler wanita Indonesia, gak bisa traveling sedih banget! Rekor terlama banget ini ampe 2 bulan lebih gak kemana-mana. Rencana traveling di 2020 dan beberapa pekerjaan pun jadi ketunda.

Ya hikmahnya dengan pandemi ini, jadi lebih banyak waktu untuk beristirahat, karena biasanya kalo traveling kan jalan on the move terus tuh.

Yang biasanya kalo bosen di rumah dikit solusinya ya jalan-jalan, eh ini ga bisaa. Ya matgay deh! Hahaha jadi anak rumahan dulu sementara.

This too shall pass! Banyak bersyukur karena di pandemi ini kita masih bisa WFH atau beraktivitas dengan aman dan nyaman di rumah aja, karena di luar sana masih banyak orang2 yang tetap harus berjuang mencari nafkah untuk keluarganya di tengah pandemi.

Di rumah aja saatnya kembangin diri kalian, banyakin olahraga biar pikiran jadi lebih fresh. Banyakin dengerin podcast inspiratif juga, dan filter bacaan berita yang isinya negatif.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ANGGEY ANGGRAINI (@her_journeys) on

5. Jennifer Anandary

Beberapa pekerjaan masih bisa dilakukan dari rumah, jadi tentu aku masih work from home selama karantina ini.

Di samping itu, jadi sering mencoba aktivitas lain yang mengasah kreativitas, misalnya buat konten dari rumah.

Beberapa kegiatan yang selama ini nggak sempat dilakukan juga sekarang jadi bisa, misalnya seperti re-decorate kamar, edit video, dll.

Nggak bisa traveling, awalnya sedih. Ngurus trip yang cancel juga repot. Tapi dipikir-pikir, ini untuk kebaikan kita semua.

Jadi makin hari makin legowo aja dan mensyukuri masih sehat sampai hari ini. Perbedaan signifikan jelas banyak sekali.

Baca juga: Pengalaman Sebagai Au Pair di Negara Lain

Job banyak yang diundur dan cancel, sehingga harus lebih ‘mengencangkan ikat pinggang’ di pengeluaran. Sebagai travel blogger, harus bisa pivot di masa nggak bisa traveling ini.

Mungkin lebih bikin konten ke arah lifestyle, atau apapun yang jadi interest kita di samping travel.

Jaga kesehatan tubuh, stay home for your own safety and your loved ones. Jaga kesehatan mental juga, kurangi paparan sosial media yang negatif, cari kegiatan di rumah yang bisa bikin lebih ‘waras’ di momen ini.

Kita nggak tahu kapan dan bagaimana pandemi ini berakhir. Survive, be adaptable to this changing situations. (Mampir ke blog Jennifer)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jennifer • Travel Blogger (@j_anandary) on

6. Olivia Purba

Lebih hobi memasak dan membuat kue. Sejujurnya saya memang gak pintar masak sebelum masa Corona.

Tetapi karena tidak bisa menemukan hidangan makanan Asia yang enak di Argentina, saya terpaksa harus buat sendiri masakan Indonesia.

Argentina memang terkenal di seluruh dunia dengan steak yang lezat, tapi makanan yang lain kurang cocok di lidah Asia seperti saya.

Akibat terus menerus kecewa dengan orderan makanan Asia, akhirnya saya pun belajar cara masak melalui tutorial video di Youtube. 

Bahkan pihak KBRI di Buenos Aires mengirimkan saya bumbu nasi goreng, sambal ati, rendang, santan, dan saus pedas karena mereka tau saya kangen masakan Indonesia.

Padahal bumbu-bumbu tersebut susah sekali di dapat di benua Amerika Latin. 

Baca juga: Tips Menulis Konten Blog yang Baik dan Menarik

Setiap hari saya meningkatkan keterampilan saya dengan memasak hidangan yang lebih sulit dari yang saya masak sebelumnya.

Ternyata ada hikmahnya juga di balik pandemik ini yakni, saya menemukan hobi baru saya, memasak. Eh malah saya keterusan jadi suka membuat kue juga selain memasak.

Kebetulan kerjaan saya banyak yang bisa di kerjakan secara online jadi pemasukan tetap ada.  

Perbedaan dengan masa covid ini, saya bisa fokus mengerjakan pekerjaan yang sudah tertunda dan tidak pernah saya kerjaan karena sibuk traveling seperti meng-update blog dan meng-edit video.

Selain itu saya juga sedang merampungkan buku baru yakni buku anak dengan tema traveling

 Untungnya tiket pesawat saya yang sudah terlanjur dipesan bisa di re-schedule dengan open tiket artinya saya bisa traveling dengan rute penerbangan yang sama saat kondisi sudah kondusif. 

Dengan situasi sekarang, saya semakin yakin bahwa manusia bisa berencana namun namun Tuhan yang menentukan.

Saya sudah merencanakan perjalanan ini dari tahun lalu secara detail termaksud booking semua pesawat,  booking penginapan dan menentukan rute perjalanan.

Siapa yang sangka bahwa pandemik akan muncul tepat di saat saya sedang berperjalanan.

Akibatnya semua booking-an saya harus di-reschedule atau refund dan saya terjebak di negara yang saya tidak tau bahasanya dan tidak kenal siapapun.

Namun saya memilih untuk tidak stres dan menggunakan waktu yang diberikan sekarang untuk berkreasi dan menjadi produktif karena saya yakin selalu ada rencana baik di balik semua kejadian yang kita alami. (Mampir ke blog Olivia)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Olivia D Purba I Traveler (@odianina) on

7. Satya Winnie

Kalau aku udah terjadwal nih sekarang pagi beres-beres bersihkan rumah, urus tanaman, siang sampai sore ngerjain kerjaan online, sore santai main games, baca buku atau main sama binatang peliharaan, olahraga juga dan masak. Terbiasa begini jadinya. Hahahaha.

Ya, awalnya kecewa sedih, tapi ya mau gimana, ini kan di luar kendali kita. Kalau sekarang aku sudah di tahap menerima keadaan, sepenuhnya.

Jadi sudah lebih santai dan nggak stress di rumah karena ada pengalihnya kayak tanaman dan binatang peliharaan yang aku ajak main.

Baca juga: Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Daftar Jadi Pramugari

Buatku, ini waktu yang berharga karena aku jarang ada di rumah, cuma 1-2 kali setahun ada di rumah dan sekarang jadi bisa banyak interaksi langsung sama orang tua, rasanya menyenangkan.

Pastinya dengan filter informasi yang kita baca dan dengar, sekarang kita lakukan saja part kita masing-masing, dengan tanggung jawab pada diri sendiri, jaga kebersihan, jaga kesehatan.

Mindset-nya diubah dari menganggap rumah adalah kurungan menjadi rumah adalah tempat ternyaman dan teraman.

Untuk menhadapi situasi pandemi banyakin kegiatan seru di rumah sama keluarga juga biar gak bosan ya. Hehehe. (Mampir ke blog Satya)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Satya Winnie | Travel Blogger (@satyawinnie) on

8. Alexandria Samantha

Aku sehari hari memang kerjaan dikerjain dari rumah, jadi ga ada perbedaan signifikan sebelum Corona dan sekarang. Jadi 9-5 kerja seperti biasa dirumah . 

Perasaan aku biasa aja karena memang job ga ada berhubungan sama traveling.

Malahan jadi ada enaknya dirumah terus karena ternyata banyak sudut-sudut rumah yang terbengkalai selama ini sibuk jadinya ada waktu beres-beres dan buang yang udah ga kepakai.

Baca juga: Bagaimana cara membuat blog yang menghasilkan uang?

Kebetulan juga blm ada rencana traveling jadi ga kena keadaan musti refund tiket / gagal traveling gitu.

Kalau kerjaan kalian berdampak dengan keadaan skrg ini mungkin bisa cari ide ide baru untuk memulai mencari mata pencaharian baru, kegiatan baru. memang ga mudah tapi disaat yang tidak menentu seperti sekarang.

Satu satunya cara bertahan ya memang seperti itu, sama kurang kurangin baca berita. Isinya bikin pusing. (Mampir ke blog Samantha)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Alexandria Samantha (@alexandriamenthe) on

9. Jovita Ayu

Dalam menghadapi situasi pandemi aku masih harus membuat konten dan mengembangkan TelusuRI walau banyak hal yang jadi tertunda atau malah cancel.

Sedih tapi senang juga karena tim malah jadi lebih sering ngobrol, karena tadinya sibuk dengan kesibukan masing-masing (timku nyebar di beberapa kota soalnya).

Bikin ngobrol di IG, di Zoom, Google Meet, semua.. bareng temen2 di industri pariwisata yang terdampak. Gali ilmu pun berbagi cerita aja udah seneng sih 🙂

Itu tadi sih, sedih, pasti. Demot, sempat. Bosan, wah gausah ditanya. Yang harusnya rencananya bulan-bulan ini aku ngider terpaksa cancel semua.

Jadi ya itu di poin 1, aku malah jadi produktif bikin2 konten bareng teman2 yang sama2 terdampak. Kita berbagi cerita.

Pun berbagi kontribusi juga, apa yang bisa kita bantu. Apa pun untuk tetap bisa bertahan. Beradaptasi dengan ‘normal baru’ jadi kewajiban.

Baca juga: Tips agar Bisa Konsisten Ngeblog ala Travelerien

Kalau secara personal aku malah jadi banyak refleksi diri. Mungkin teman-teman banyak waktu di rumah bisa jadi ajang untuk lebih mengenal diri sendiri. 

Coba asses value kehidupan yang selama ini mungkin gak terpikir karena ‘sibuk’.

Yakin deh, pasti jadi banyak bersyukurnya. Karena sekarang dituntut untuk melakukan dan memikirkan yang paling esensial: kesehatan diri sendiri dan orang yang kita sayangin. 

Tetap semangat, tidak ada badai yang datang untuk menetap. 🙂

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jovita Ayu • Travel + Life (@jovitaayu) on

10. Velysia Zhang

Karena enggak bisa kemana-mana, saya jadinya lebih sering menghabiskan waktu dalam hal pengembangan diri saja, mempelajari hal-hal baru online.

Jadi rajin update blog juga, terus rajin workout, masak sendiri, trying to be healthy baik secara jasmani dan pikiran.

Pas baru pergantian tahun saya banyak buat resolusi baru to be more productive. Tapi yang ada malah kekurung di rumah aja karena karantina, haha.

Tahun ini juga ada beberapa plan jalan-jalan dan harus batal juga. Untungnya belum beli tiket segala macem.

Jujur sih keadaan begini cukup tough ya, apalagi untuk menghadapi situasi pandemi, tapi sebisa mungkin saya mencoba to be positive.

Balik lagi pasti semuanya tergantung pikiran kita. Bersyukur aja diri sendiri dan keluarga masih sehat. Embrace the situation and be strong!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Velysia Zhang | Travel Blogger (@littlenomadid) on

Nah, itu dia cara 10 traveler wanita Indonesia ini menghadapi situasi pandemi. Mudah-mudahan dapat menginspirasi. Mudah-mudahan pandemi cepat berlalu dan kita bisa traveling lagi!

One Reply to “10 Traveler Wanita Indonesia Berbagi Cerita Menghadapi Situasi Pandemi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *